Breaking News:

Seorang Kepala Daerah di Jawa Tengah Ditangkap KPK! Buntut Kasus di Tahun 2017-2018

Di antaranya membagi paket pekerjaan di Dinas PUPR dan mengajak perusahaan milik keluarga, sampai mengatur pemenang lelang.

TRIBUN PONTIANAK/ ISTIMEWA
Juru Bicara KPK Ali Fikri memberi keterangan, Senin 6 April 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Salah seorang kepala daerah yang ada di Jawa Tengah ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat 3 September 2021.

Adalah Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi.

Kabupaten Banjarnegara merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. 

Budhi Sarwono, diamankan bersama orang kepercayaannya, Kedy Afandi (KA) juga ikut ditetapkan sebagai tersangka.

Pelaksana Tugas Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri memastikan pihaknya memiliki alat bukti kuat terkait penerimaan uang fee Rp 2,1 miliar oleh Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono.

Terdakwa Korupsi Kasus Pembayaran Asuransi di PT Jasindo Divonis 5 Tahun Penjara Oleh Mahkamah Agung

Hal tersebut diungkapkan Ali sebagai respons terhadap Budhi Sarwono yang sempat membantah mendapat uang Rp 2,1 miliar.

"Tentu kami memiliki bukti yang kuat baik langsung maupun tidak langsung bahwa uang itu ada diterima oleh para tersangka."

"Konstruksi pasal ada di pasal 55 ayat 1 KUHP, di mana ada kerjasama yang keras antara dua tersangka," ucap Ali, dikutip dari tayangan YouTube TV One, Sabtu 4 September 2021.

Ali mengatakan, bukti kuat ini berkaitan dugaan perbuatan gratifikasi Budhi Sarwono dan KA dalam lingkup pelelangan pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Banjarnegara.

Menurutnya, bantahan seorang tersangka KPK adalah hal yang biasa dilakukan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved