CHINA Mulai Kesulitan Perluas Vaksinasi Massal Atasi Covid-19 di Tiongkok ?
China memberikan sekitar 13 juta dosis per hari rata-rata selama Juli dan Agustus, lebih lambat dari rata-rata harian pada Juni sebesar 19 juta suntik
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - China adalah negara pertama yang diketahui melaporkan kemunculan virus Corona jenis baru penyebab pandemi Covid-19 saat ini, SARS-CoV-2
Wuhan, menjadi kota pertama di China yang menjadi tempat kemunculan tersebut, yang kemudian menghebohkan seluruh dunia saat ini.
Menjadi ‘negara pertama’ yang mengumumkan terkena hantaman Covid-19, juga membuat negara yang di Indonesia dikenal dengan nama lain Tiongkok itu terdepan dalam penanganan virus Corona jenis baru ini.
Termasuk dalam urusan vaksinasi bagi warganya demi mengendalikan penyebaran Covid-19 agar tak meluas.
• BANGKOK Memanas, PM Thailand Prayuth Chan-ocha Didesak Mundur karena Dinilai Gagal Atasi Covid-19
Namun, baru-baru ini China disebut mulai kesulitan memperluas jangkauan vaksinasi
Dikutip dari laman Kontan.co.id Jumat 3 September 2021, China dikabarkan menghadapi kesulitan yang semakin besar dalam memperluas upaya vaksinasi massal COVID-19.
Tetapi Tiongkok disebut juga tetap berupaya akan terus menginokulasi lebih banyak orang dan meningkatkan program suntikan booster, sebagaimana keterangandari Komisi Kesehatan Nasional China pada Jumat 3 September 2021 hari ini.
• PERDANA Menteri Jepang Mundur! Yoshihide Suga Letakkan Jabatan Karena Malu Gagal Atasi Covid-19 ?
Zheng Zhongwei, pejabat di Komisi Kesehatan Nasional China, tidak memerinci hambatannya.
Namun Zheng Zhongwei menekankan, mereka yang belum divaksinasi tidak bisa mengandalkan perlindungan dari mereka yang telah disuntik vaksin, di tengah kekhawatiran atas varian Delta yang sangat menular.
"Baru-baru ini, ketika (mendorong vaksinasi) sampai ke tahap selanjutnya, itu menjadi semakin sulit," kata Zheng Zhongwei di sebuah forum kesehatan, seperti dikutip dari laman Kontan.co.id yang merangkumnya dari Reuters.
Zheng Zhongwei menyebutkan, China telah memberikan dosis penuh kepada sekitar 900 juta orang.
Jumlah itu, setara atau lebih dari 60% dari 1,4 miliar penduduknya.
Namun, ia mengutip beberapa ahli yang mengatakan, China mungkin memerlukan tingkat vaksinasi lebih tinggi dari 80%.
• Covid-19 di Singapura Melesat Lagi, Kasus Infeksi Harian Capai Rekor Tertinggi di Setahun Terakhir
China memberikan sekitar 13 juta dosis per hari rata-rata selama Juli dan Agustus, lebih lambat dari rata-rata harian pada Juni sebesar 19 juta suntikan.
Pada akhir Oktober, China menargetkan bisa menyelesaikan pemberian dua dosis vaksin kepada 1,1 miliar orang serta memberikan suntikan booster kepada kelompok terbatas.