Pertalite Langka di Pontianak, Pihak Pertamina Sarankan Masyarakat Gunakan Pertamax

Tim sudah mengecek dilapangan jadi stok di depot Pontianak sejauh ini aman. Bisa saja karena masalah pengiriman tiap SPBU dan ada kuotanya

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Petugas SPBU saat melayani seorang warga membeli pertalite menggunakan jeriken di SPBU Jalan Gusti Hamzah, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (7/8/2019) siang. Berdasarkan UU No 22 tahun 2001 tentang Migas melarang siapa saja membeli bensin di SPBU untuk dijual kembali dengan tujuan mendapatkan keuntungan terancam  hukuman maksimal enam tahun penjara, dan denda maksimal Rp 30 miliar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bahan bakar minyak (BBM) berjenis pertalite di beberapa SPBU di Kota Pontianak terjadi kekosongan dalam beberapa hari ini.

Menanggapi kabar tersebut, Pjs Unit Manager Communication, Relations & CSR MOR VI Kalimantan, Ispiani Abbas memastikan bahwa sejauh ini stok Pertalite di Depot Pertamina yang ada di Pontianak aman.

Ia menegaskan terkait Pertalite yang masih sulit didapatkan di Pontianak untuk stok pertalite di Depot Pontianak tidak mengalami kekosongan di Pontianak atupun Kalbar.

Hal itu disampaikannya berdasarkan informasi yang diberikan oleh Tim dilapangan. Dikatakannya kekosongan dibeberapa titik SPBU tersebut bisa saja karena kuota pertalite untuk SPBU tersebut sudah habis.

SEMPAT Kosong SPBU Tanjungpura dan Imam Bonjol Pontianak Sebut Distribusi Pertalite Sudah Normal

“Tim sudah mengecek dilapangan jadi stok di depot Pontianak sejauh ini aman. Bisa saja karena masalah pengiriman tiap SPBU dan ada kuotanya yang harus diikuti. Bisa jadi kuotanya sudah habis jatahnya karena pembelian di SPBU tersebut banyak,”ujarnya kepada Tribun Pontianak, Rabu 1 September 2021.

Jadi tiap SPBU dikatakannya sudah di jatah masing-masing. Namun ia menegaskan sampai saat ini stok pertalite tidak kosong dan masing aman di Kalbar.

“Tiap SPBU itu masing-masing dapat jatah.

Jadi yang jelas mereka punya kuota masing-masing dan tidak semua SPBU kosong vokal,”ujarnya.

Sementara itu, ia mengimbau agar masyarakat atau konsumen disarankan untuk menggunakan BBM jenis lain seperti pertamax yang masih bisa dijangkau.

“Sejauh ini tim dilapangan terus melakukan pengecekan kuota tersebut. Setiap SPBU sudah ada kuotanya jadi bisa saja karena jatahnya habis, karena penjualannya ditiap SPBU berbeda,” ujarnya.

Dikatakannya karena pertalite bukan BBM Subsidi, maka pembeliannya bebas oleh siapapun dan memang tingkat pembelian ditiap SPBU berbeda-beda.

“Dari tim lapangan sudah dilakukan pengecekan. Saat ini stok di depot Pontianak ada 4000 Kilo liter. Kita juga

terus melakukan pemantauan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,”ungkapnya.

Ia menyarankan untuk masyarakat jangan berpaku pada pertalite saja karena masih banyak BBM jenis lain.

“Walaupun harganya berbeda seperti pertamax. Tapi yang jelas kalau situasi sepanjang hari bisa beralih ke Pertamax juga bagus dan ketahan mesin bagus dari pada menunggu sampai terjadi antrian,”pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved