Mengapa Dakwah Wali Songo Dapat Diterima Baik oleh Penduduk Pribumi?
Wali Songo berasal dari kata wali dan songo atau sanga, berarti sembilan wali.
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
Maulana Malik Ibrahim tidak hanya mengajarkan agama tapi pengetahuan tentang tehnik irigasi persawahan, dan tambak yang bertujuan memajukan ekonomi masyarakat pesisir di sekitar pantai utara Gresik.
Begitu juga dengan Sunan Giri.
Dalam usaha menyebarkan dan mengembangkan dakwah Islam di Indonesia, Sunan Giri patut menjadi teladan dalam sikap positif yang ditunjukkan, yaitu:
1. Santri cerdas, tekun, dan ulet dalam menuntut ilmu
Sejak anak-anak hingga tumbuh dewasa Raden Paku mengenyam pendidikan pesantren di Ampeldenta dan berguru kepada Syekh Maulana Ishak, ayahnya saat singgah di Malaka, Aceh.
Kecerdasannya diakui Sunan Ampel sehingga diberikan gelar Raden Ainul Yaqin.
2. Toleran dan bijak dalam berdakwah
Dalam melaksanakan dakwahnya, Sunan Giri terkadang mendatangi masyarakat ke rumahnya dan berbicara empat mata untuk menyampaikan ajaran Islam, kemudian mengumpulkan mereka dalam acara-acara yang menjadi tradisi masyarakat seperti selamatan, lalu Sunan Giri memasukkan ajaran Islam sehingga lambat laun ajaran Islam diterima dengan baik tanpa paksaan.
3. Pemimpin yang mengayomi rakyat
Dalam batu nisan Sunan Giri tertulis empat pedoman hidup yang dijalani sebagai pemimpin:
a) berilah makan pada mereka yang lapar
b)berilah pakian pada mereka yang tidak menutup aurat
c) berilah payung pada mereka yang kehujanan
d) berilah tongkat pada mereka yang buta.
Perinsip hidup diterapkan ketika menjadi pemimpin agama sekaligus pemimpin wilayah Giri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ilustrasi-wali-songo-sembilan-wali.jpg)