Bagaimana Sikap dan Peran Sunan Bonang dalam Menghadapi Tradisi Pancamakara?
Tradisi Pancamakara ini menjadi satu di antara perhatiaan Sunan Bonang saat mendakwahkan Islam.
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
- Wayang
Wayang adalah satu di antara media yang digunakan Sunan Bonang dalam berdakwah.
Sunan Bonang sangat pandai memainkan wayang dan alat musik gamelan, yaitu bonang.
Beliau mulai menarik perhatian masyarakat dengan gending dan tembang yang berisikan pesan-pesan Islami.
Suara yang keluar dari bonang dan tembang yang berisi pesan-pesan Islami yang dimainkan Sunan Bonang dangat indah.
Sehingga masyarakat semakin penasaran dengan Islam.
Salah satu tembang yang dibawakan Sunan Bonang dan masih eksis sampai saat ini adalah Tamba Ati (Tombo Ati).
Nama Sunan Bonang diberikan karena kepiawaiannya memainkan bonang
Kisah dalam wayang yang disampaikan Sunan Bonang di antaranya bercerita tentang peristiwa kehidupan.
Dalam cerita itu disisipkan ajaran Islam dan pesan-pesan penting.
• Mengapa Dakwah Wali Songo Dapat Diterima Baik oleh Penduduk Pribumi?
- Suluk
Suluk adalah karya seni berbentuk sastra jawa yang isinya mengandung petuah–petuah ajaran kebaikan atau ajaran-ajaran yang
bernafaskan Islam kemudian dinyanyikan atau ditembangkan dengan tembang-tembang Jawa, serta diiringi dengan alat musik.
Suluk Wijil adalah karya Sunan Bonang yang sampai saat ini masih tersimpan di perpustakaan Universitas Leiden, Belanda.
Dalam Suluk Wujil, yang ditulis Sunan Bonang dalam sastra Jawa, berisi pengetahuan tasawuf yang lebih mendalam, berbentuk tembang.
Sunan Bonang menciptakan suluk bernafaskan ajaran Islam yang digunakan untuk membantunya dalam berdakwah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sunan-bonang-dan-tradisi-pancamakara.jpg)