Pemkab Mempawah Terima Bantuan 1 Unit Ambulan Infeksius dan 6 Unit Konsentrator dari Pemprov Kalbar
Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengatakan bantuan ini bertujuan untuk memisahkan penggunaan mobil ambulans untuk pasien Covid-19 dengan pasien penyakit l
Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Angin segar bagi masyarakat Kabupaten Mempawah, dengan adanya bantuan berupa 1 unit ambulan Infeksius dan 6 unit Konsentrator Oksigen yang diterima oleh Bupati Mempawah, Erlina dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Gubernur Sutarmidji, di Halaman Pendopo Gubernur Kalbar, Senin 30 Agustus 2021.
Bantuan tersebut sendiri untuk memaksimalkan penanganan covid 19 yang sudah melanda sejak 1,5 tahun.
Maka dari itu Pemprov Kalbar menyerahkan bantuan Ambulance Transport Infeksius kepada 12 rumah sakit di 12 kabupaten kota.
Sedangkan untuk Oxygen Concentrator dibagikan kepada 20 rumah sakit di 13 kabupaten kota di Kalbar dengan total 92 unit.
• Pemkab Bengkayang Terima Bantuan Ambulance dari Pemprov Kalbar
Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengatakan bantuan ini bertujuan untuk memisahkan penggunaan mobil ambulans untuk pasien Covid-19 dengan pasien penyakit lainnya.
“Ambulan ini akan digunakan untuk menjemput pasien Covid-19 agar terpisah dengan ambulans yang membawa pasien umum/penyakit lainnya. Pasien yang akan dibawa ke tempat isolasi terpadu/ terpusat tidak boleh dijemput menggunakan sembarang kendaraan, harus dengan ambulans khusus,” ujarnya, Selasa 31 Agustus 2021.
Mobil ambulans tersebut juga bisa digunakan untuk vaksin keliling, namun teknisnya di lapangan akan diserahkan sepenuhnya kepada pemkab/pemkot yang menerima bantuan ini.
“Saya memilih mobil yang besar agar sesuai dengan standar ambulans. Kemudian, mobil ini juga bisa digunakan untuk vaksin keliling, vaksinator dapat menggunakan mobil ambulans ini menuju tempat vaksinasi,” jelasnya.
Selanjutnya Sutarmidji juga meminta proses vaksinasi di daerah dapat dipercepat, sehingga dapat tercipta herd imunity di masyarakat.
"Pemerintah pusat akan menyalurkan kembali vaksin dalam jumlah lebih banyak jika proses vaksinasi di daerah dapat cepat terlaksana, kita harapkan target dapat mencapai 20.000 orang/hari," ujarnya.
Sutarmidji melanjutkan bahwa saat ini di Pontianak sendiri vaksinasi sudah mencapai 40 persen. Dengan demikian, kedepan akan lebih memudahkan dalam pendataan orang terkonfirmasi covid-19 berdasarkan data vaksin yang telah dihimpun. Serta penanganan akan lebih terarah. (*)
(Simak berita terbaru dari Mempawah)