Breaking News:

Polres Kapuas Hulu Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Tipikor Bangunan MTs Ma'arif Nahdhatul Ulama

Kapolres Kapuas Hulu melalui Kasat Reskrim Iptu Imam Reza menyatakan pihaknya telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana k

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Hamdan Darsani
Polres Kapuas Hulu Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Tipikor Bangunan MTs Ma'arif Nahdhatul Ulama
NET Google
Ilustrasi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kapolres Kapuas Hulu melalui Kasat Reskrim Iptu Imam Reza menyatakan pihaknya telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dana hibah pembangunan Madrasyah Tsanawiyah (MTs) Ma'arif Nahdhatul Ulama Kapuas Hulu.

"Sementara tersangka tidak di tahan, karena yang bersangkutan koperatif, dan sudah ada dari pihak keluarga sebagai penjamin," ujarnya kepada wartawan, Senin 30 Agustus 2021.

Tiga orang tersangka tersebut, beranisial DA, AB, dan IPD.

Atlet Atletik Kapuas Hulu Juara 3, Wabup Wahyudi Hidayat Bangga

"Mereka ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan keterangan saksi, dan barang bukti dengan kerugian negara sebesar Rp2,7 miliar dari anggaran sebesar Rp6 miliar," ucapnya

Pembangunan MTs Ma'arif NU tersebut bersumber dari APBD Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2018,  dengan total anggaran sebesar Rp6 miliar yang disalurkan melalui rekening atas nama Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Kapuas Hulu yang di pimpin oleh DA (tersangka).

"Pencairan dana tersebut dilakukan dua tahap, yaitu tahap pertama disalurkan pada 1 Maret 2018 sebesar Rp4 miliar dan tahap kedua pada 21 Juni 2018 sebesar Rp2 miliar," ucapnya.

Sebelum pekerjaan dimulai DA (tersangka) menyerahkan Rincian Anggaran Biaya (RAB) senilai Rp3,6 miliar, yang dibuat oleh AB (tersangka) dan IDP (tersangka) diserahkan kepada AJ (pelaksana pekerjaan) tanpa memberitahukan RAB sebenarnya kepada pelaksana.

"Jadi saat pencairan tahap pertama, tersangka juga tidak melalui prosedur dengan mencantumkan dua spesimen tandatangan pengurus lembaga," ujarnya.

Dari pencairan tahap pertama tersebut kata Imam, tersangka DA hanya menyerahkan Rp1,29 miliar kepada pihak pelaksana, untuk dilakukan pekerjaan pembangunan, sedangkan sisanya sebesar Rp2,710 miliar sebagian dimasukan kedalam rekening pribadi dan sebagian lagi disimpan dirumahnya (tersangka).

"Pada 5 Juli 2018, tersangka DA menyampaikan pertanggungjawaban penggunaan dana hibah tersebut kepada Gubernur Kalimantan Barat dengan keterangan bahwa pembangunan MTs Ma’arif NU Kapuas Hulu sampai dengan 4 Juni 2018 telah mencapai progres fisik 60 persen," ucapnya.

Kemudian dilakukan lagi penarikan dana hibah tahap dua dari rekening lembaga sebesar Rp2 miliar, dan diserahkan oleh tersangka DA kepada pelaksana pekerjaan sebesar Rp2,10 miliar. Pada 26 Desember 2018, tersangka DA melaporkan bahwa pekerjaan fisik MTs Ma'arif tersebut mencapai 95 persen.

Wabup Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat Sebut Bimtek Desa Penting, Agar Seperti ini

"Akan tetapi hal tersebut tidak sesuai dengan keadaan fisik yang sebenarnya sebagaimana yang telah dilaporkan baik pada tahap pertama maupun tahap kedua, untuk membuat seolah anggaran sebagaimana tertera di dalam RAB senilai Rp3,6 miliar telah terealisasi seluruhnya," ucap Imam," ujarnya.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan penggunaan anggaran tersebut di Mark up sebagaimana yang terdapat di dalam laporan pekerjaan dengan nilai RAB Rp6 miliar.

"Ada pun anggaran yang di Mark Up yaitu untuk upah tenaga kerja dinaikan 30 persen dan untuk item pekerjaan dinaikan menjadi 80 persen," ungkapnya. (*)

Update Informasi Seputar Kabupaten Kapuas Hulu

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved