Dengan Lagu-lagunya, Musisi Asal Mempawah Firmansyah Bachtim Ingin Angkat Nama Kampung Halamannya

"Lagu yang dinyanyikan perdana oleh DJ Bhandy sekaligus penciptanya ini dan berkesempatan saya nyanyikan ulang," jelasnya, Minggu 29 Agustus 2021.

Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Musisi Mempawah, Firmansyah Bachtim, bersama timnya saat lakukan syuting video klip lagu Cinte Yang Terlarang, salah satu lagu nuansa Melayu Mempawah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Berbicara tentang musisi musik, tentunya juga ada musisi musik yang bertajuk lagu-lagu daerah. Begitu juga dengan musisi musik daerah asal Kabupaten Mempawah.

Salah satunya yakni Firmansyah Bachtim yang juga berkecimpung di industri musik daerah Kabupaten Mempawah dengan genre Melayu.

Seperti salah satu lagu yang dibawakannya yakni yang berjudul "Cinte Yang Terlarang" yang merupakan lagu ciptaan DJ Bhandy.

Firmansyah Bachtim mengatakan untuk lagu yang bertajuk Cinte Yang Terlarang sendiri sudah pernah dirilis pada volum ke 3 sekitar tahun 2008.

"Lagu yang dinyanyikan perdana oleh DJ Bhandy sekaligus penciptanya ini dan berkesempatan saya nyanyikan ulang," jelasnya, Minggu 29 Agustus 2021.

"Untuk proses penggarapan lagu ini tepatnya pada tanggal 6 November 2020 yang lalu," katanya lagi.

Dikatakannya bahwa lagu tersebut bernuansa percintaan, yang didalamnya mengandung cinta terlarang karena tidak mendapat persetujuan dari orang tua.

Duta Genre Mempawah Sebut Anak-anak Perlu Diperhatikan dan Dilindungi

"Lagu ini menceritakan tentang sepasang kekasih yang sedang berbunga-bunga menjalani percintaan, bahkan sudah menuju ke jenjang pernikahan. Tetapi dalam hubungannya ini tidak begitu mulus, ada hambatan yang harus di hadapi, yakni orang tua perempuan tidak menyetujui perjalanan kasih sayang yang di bangun. Lagu yang bertajuk dengan sentuhan lirik pantun ini adalah jenis musik melayu asli Mempawah," terangnya.

Untuk lagu ini sendiri kata Firmansyah, sudah lagu yang kesekian kalinya dan bisa dilihat di chanel youtubenya yakni (Firmansyah Bachtim).

"Lagu ini bukan lagi perdana kami, tetapi sudah yang ke sekian kalinya, mungkin sudah lagu yang ke 5, dan sudah ada juga lagu-lagu yang sebelumya yang juga bernuansa Melayu," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, lagu tersebut tentunya tidaklah digarapnya sendiri, melainkan juga melibatkan musisi lainnya juga.

Presiden Anak Harap Anak-anak Kabupaten Mempawah Menjadi Bibit Masa Depan Bangsa

"Dalam penggarapan lagu ini, atau dalam pembuatan arransement lagu ini melibatkan Rendra atau dikenal dengan nama Reren di Mempawah, dan untuk Syutingnya melibatkan Tri Neo dan BreakTeam serta Sanggar Patih Gumantar pimpinan Deky Prasetya sebagai Penarinya," terangnya.

Kemudian dikatakannya bahwa untuk lokasi syuting video clip menggunakan ruang atau lokasi di Kabupaten Mempawah.

"Lokasi syuting kita ada di Mangrove Park Mempawah dan Halaman Gedung MCC Mempawah," katanya.

Kemudian dirinya juga menceritakan bahwa dirinya memang sudah melanglang buana di dunia permusikan, dan memang suka dengan musik.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved