Pola Hidup Sehat

KENALI Gejala Kanker Hati Stadium 4, Tingkat Paling Parah Kanker Hati

Kanker hati adalah suatu tumor ganas yang bermula dari organ hati. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel di dalam hati bermutasi dan membentuk tumor.

Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
YOUTUBE
Ilustrasi Kanker Hati. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Hati merupakan organ yang berfungsi untuk menetralisir racun di dalam tubuh, membentuk protein dan faktor pembekuan darah, serta memetabolisme beberapa hormon. 

Sebab jika dibiarkan, zat racun tersebut bisa mengontaminasi darah lalu memicu penyakit.

Saat organ hati mengalami gangguan, maka proses ini pun akan terhambat dan organ hati tidak bisa bekerja secara maksimal.

Salah satu jenis gangguan organ hati yang harus diwaspadai adalah kanker hati.

Kanker hati adalah suatu tumor ganas yang bermula dari organ hati.

Kondisi ini terjadi ketika sel-sel di dalam hati bermutasi dan membentuk tumor.

Terdapat dua jenis kanker hati yaitu Kanker yang berasal dari sel hati (hepatoma) dan Kanker yang berasal dari organ lain yang menjalar ke hati (metastasis).

Gejala kanker hati yang dialami mungkin tidak selalu sama pada setiap orang.

CIRI - CIRI Kanker Rahim, Apa Penyebab Kanker Rahim & Obat Kanker Rahim?

Akan tetapi, ada beberapa gejala kanker hati yang mungkin perlu Anda perhatikan, seperti berikut ini:

  • Penurunan berat badan secara drastis.
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri di bagian perut kanan atas.
  • Perut yang membesar tanpa sebab.
  • Gangguan makan.
  • Tampak lemas dan lesu (tidak bertenaga).
  • Jaundice/penyakit kuning.
  • Tinja berwarna pucat.

Stadium Kanker Hati 

Penyebaran kanker hati dibagi ke dalam 4 stadium yang dilihat dari ukuran dan tingkat penyebaran kanker.

Dilansir dari halodoc.com, kenali keempat stadium kanker hati yang perlu diketahui!

GEJALA Kanker Otak Stadium Awal, Kanker Otak Stadium 1 Tumor Tumbuh Berkembang Lambat

1. Stadium 1

Pada level ini, gangguan yang terjadi masih terbilang kecil.

Stadium A merupakan tahap awal seseorang mengalami kanker hati.

Pada tahap ini, ditemukan satu tumor kecil berukuran kurang dari 5 cm, dalam  kasus lain tumor yang ditemukan mungkin lebih banyak sekitar 2-3, tapi dengan ukuran yang lebih kecil pula.

Jika tumor yang ditemukan lebih dari satu, biasanya hanya berukuran kurang dari 3 cm.

Kanker hati stadium A biasanya belum terlalu banyak menggerogoti organ ini.

Fungsi hati pun masih tergolong normal, kalaupun ada gangguan, biasanya hanya bersifat kecil atau sangat minimal.

2. Stadium 2

Tahap ini merupakan lanjutan dari kanker hati stadium 1.

Sebenarnya, pada stadium 2, belum banyak terjadi perubahan, baik secara fungsi hati maupun jumlah sel tumor.

Namun di tahap ini, biasanya sudah mulai ditemukan beberapa tumor besar di organ hati.

Kendati demikian, fungsi hati secara keseluruhan masih belum terganggu.

3. Stadium 3

Pada stadium 3, kanker yang terjadi sudah mulai menyebar ke beberapa bagian tubuh.

Mulai dari pembuluh darah, kelenjar getah bening, atau organ tubuh lainnya.

Jika sudah memasuki stadium ini, biasanya kondisi tubuh pengidap akan mulai memburuk dan tampak tidak sehat.

Meski demikian, secara umum organ hati masih bisa berfungsi meski tidak sebaik saat sehat.

4. Stadium 4

Tingkat paling parah kanker hati adalah stadium 4.

Jika kanker hati sudah memasuki tahap ini, fungsi organ tersebut sudah mulai terganggu.

Lambat laun, kondisi pengidap kanker hati akan semakin menurun dan sulit melakukan aktivitas harian.

Jika sudah memasuki stadium D, ukuran tumor yang ditemukan sudah tidak lagi menjadi acuan.

Menjaga kesehatan tubuh sangat penting untuk menghindari gangguan hati seperti kanker hati, fatty liver alias perlemakan hati, dan lainnya.  

Sebab tak dapat dimungkiri, hati masuk dalam daftar organ yang berperan penting dalam tubuh manusia.

Jika mengalami masalah atau keluhan seputar organ ini, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

Faktor Risiko Umum yang Kanker Hati

Kanker dimulai ketika serangkaian mutasi gen menyebabkan sel tumbuh di luar kendali.

Cara kanker hati menyerang belum dapat dikonfirmasi, tetapi beberapa kemungkinan telah sering diucapkan.

Diketahui bahwa beberapa faktor meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini. 

Faktor risiko dari kanker hati merupakan kombinasi dari faktor-faktor yang bekerja bersama dan menghasilkan perkembangan tumor.

Kombinasi faktor-faktor risiko dapat bersifat aditif, tetapi juga dapat bersifat multiplikatif.

Misalnya kombinasi alkohol dan merokok atau hepatitis B dan merokok.

KANKER Serviks Menyerang Alat Reproduksi, Ini Ciri - ciri Kanker Serviks yang Perlu Diwaspadai !

Berikut adalah beberapa hal yang dapat meningkatkan faktor risiko seseorang untuk mengidap kanker hati:

  • Ras dan Jenis Kelamin

Seseorang dengan keturunan Asia dan Pasifik lebih sering terkena kanker hati daripada orang dari ras lain, sebagian besar disebabkan oleh epidemi hepatitis di antara wilayah ini.

Kaukasia mengembangkan kanker hati lebih jarang, tetapi penyakit ini tampaknya meningkat.

  • Usia yang Menua

Meskipun kanker hati dapat terjadi pada usia berapa pun, hal tersebut paling umum terjadi pada orang tua.

Sebagian besar orang yang didiagnosis gangguan tersebut berusia di atas 60 tahun.

Angka tertinggi seseorang yang mengidap penyakit ini sekitar usia 85 hingga 89 tahun.

  • Obesitas

Menjadi gemuk dapat meningkatkan kemungkinan untuk mengembangkan kanker hati.

Diabetes dan penyakit hati berlemak non-alkohol lebih sering terjadi pada orang yang kelebihan berat badan, jadi ini mungkin sebagian menjelaskan kaitannya terhadap kanker hati.

VITAMIN B Mencegah Penyakit Kanker, Ini Makanan Vitamin B & Manfaat Vitamin B Kompleks

  • Merokok

Merokok dapat meningkatkan risiko berbagai kanker, termasuk kanker hati.

Risiko dari kanker hati semakin meningkat jika orang tersebut merokok dan minum banyak alkohol.

Risiko juga mungkin lebih tinggi pada perokok yang memiliki infeksi hepatitis B atau C.

  • Minum Alkohol

Mengonsumsi alkohol yang berat dapat meningkatkan risiko kanker hati.

Minum alkohol dalam jangka panjang dapat menyebabkan sirosis hati, yang meningkatkan risiko kanker hati.

Alkohol juga dapat secara langsung merusak DNA di dalam sel-sel hati.

Risiko kanker hati lebih tinggi pada peminum berat yang memiliki infeksi virus hepatitis B atau C dibandingkan dengan seseorang yang minum alkohol dalam jumlah sedang atau tidak minum sama sekali.

Kegiatan Berikut yang Berpotensi untuk Menularkan Virus HIV Adalah?

  • Paparan Bahan Kimia Tertentu

Paparan dari bahan kimia seperti vinil klorida dan thorium dioksida dapat meningkatkan risiko angiosarcoma pada hati.

Dalam beberapa tahun terakhir, peraturan ketat tentang paparan bahan kimia ini telah diberlakukan, salah satunya di Amerika Serikat.

Itulah faktor risiko yang dapat sebabkan seseorang mengalami kanker hati

Penyebab Kanker Hati

Kanker liver terjadi saat sel-sel di dalam liver mulai bermutasi di dalam DNA.

Sel yang terdapat pada DNA memberikan instruksi kepada setiap proses kimia yang terjadi di dalam tubuh.

Mutasi DNA dapat menyebabkan perubahan pada instruksi-intruksi tersebut, sehingga berpotensi membuat sel-sel tersebut mulai tidak terkendali dan membentuk tumor.

Penyebab kanker hati terkadang bisa diketahui.

Sebagai contoh infeksi hepatitis kronis dapat menjadi penyebab dari kondisi tersebut.

Namun, sering kali penyakit hepatoma ini terjadi pada orang yang tidak memiliki tanda atau gejala.

Penyebab dari hepatoma lainnya termasuk sirosis atau kerusakan hati karena penyalahgunaan alkohol, kegemukan, atau hati yang berlemak.

Mungkin ada beberapa penyebab kanker hati yang tidak disebutkan di atas.

Jika Anda khawatir tentang penyebab kanker hati lainnya yang mungkin bisa terjadi, jangan ragu untuk segera melakukan konsultasi ke dokter.

Dokter akan memberikan informasi yang lebih lengkap dan akurat kepada Anda.

BEDA Penyakit Hilang Rasa dan Bau Akibat Covid 19 dan Flu Biasa

Pengobatan Kanker Hati 

Bila ukuran tumor masih kecil, pengobatan utamanya adalah dengan melakukan operasi pengangkatan tumor.

Setelah itu, dapat dilanjutkan dengan transplantasi hati. 

Sayangnya, sebagian besar penderita kanker hati terlambat mengetahui penyakitnya sehingga datang ke dokter dalam kondisi tumor yang sudah besar.

Bila sudah tidak dapat dioperasi, pengobatan yang dapat dilakukan adalah kemoterapi dan radiasi.

Namun tindakan ini tidak dapat menghilangkan tumor sepenuhnya, hanya untuk mengecilkan ukuran tumor, sehingga gejala yang dialami penderitanya lebih ringan.

Fungsi penting organ hati

Hati memiliki fungsi bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Fungsi hati mulai dari menghancurkan racun di dalam darah, menghasilkan protein, hingga membantu proses pencernaan.

Dilansir dari halodoc, berikut ini fungsi hati lainnya:

1. Menghancurkan Sel Darah Merah

Fungsi hati yang satu ini bukannya menghancurkan sembarang sel darah merah, tapi sel darah merah yang sudah tua. Proses ini membuat feses berwarna cokelat.

Namun, jika feses ini berwarna pucat atau putih, atau warna urine menjadi lebih gelap, bisa menjadi pertanda masalah pada organ hati. Contohnya, hepatitis yang disebabkan oleh virus.

Selain warna feses dan urine, masalah hati juga bisa ditandai oleh perubahan warna mata dan kulit. Umumnya, warna mata berubah menjadi kekuningan, mengindikasikan adanya penyakit kuning dalam tubuh.

Penyakit kuning atau jaundice ini disebabkan oleh penumpukkan bilirubin.

2. Membersihkan Darah

Fungsi hati lainnya adalah membersihkan darah dari senyawa berbahaya. Seperti yang berasal dari obat-obatan, alkohol, hingga racun.

3. Memproduksi Protein

Organ yang satu ini bertanggung jawab untuk memproduksi protein, seperti albumin yang berfungsi menjaga cairan dalam sistem sirkulasi tubuh.

Protein yang berperan sebagai faktor pembekuan darah dan sistem kekebalan tubuh juga dihasilkan oleh hati.

4. Metabolisme Protein

Hati juga berperan dalam membantu metabolisme protein dengan mengubah amonia menjadi urea yang dikeluarkan bersama urine oleh ginjal.

5. Penyimpanan Nutrisi

Hati berperan penting dalam proses penyimpanan nutrisi tubuh. Misalnya zat besi, vitamin A, B12, D, dan K, serta asam folat.

6. Memproduksi Cairan Empedu dan Energi

Organ ini berperan dalam produksi cairan empedu yang bertugas membantu dalam proses pencernaan makanan.

Hati juga menyimpan energi untuk tubuh dalam bentuk glikogen dan mengubahnya menjadi glukosa ketika glukosa darah rendah.

7. Memproduksi Kolesterol dan Hormon

Organ terbesar ini bertanggung jawab atas produksi kolesterol dan trigliserida, serta protein pembawanya agar dapat dialirkan dalam darah. Hati juga berfungsi untuk memproduksi hormon pertumbuhan anak-anak. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved