BMKG Prakirakan Cuaca Ekstrem di Kalbar Masih Akan Berlangsung Hingga September 2021

Selain itu, ia juga menyampaikan, jika berdasarkan laporan masyarakat dan BPBD selama sepekan terakhir, kejadian banjir ataupun genangan juga terjadi

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Kendaraan roda empat dan roda dua menerobos hujan yang terjadi di Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat, Rabu 25 Agustus 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca ekstrem di wilayah Provinsi Kalimantan Barat masih akan berlangsung hingga 1 September 2021 mendatang, Rabu 25 Agustus 2021.

Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Nanang Buchori menyampaikan, berdasarkan catatan data pengamatan di UPT BMKG Kalbar menunjukkan hujan lebat hingga kategori ekstrem telah terjadi di beberapa wilayah Kalbar dalam sepekan terakhir termasuk di Kota Pontianak.

"Hujan kategori Ekstrem setidaknya terjadi di Kota Pontianak pada 17 Agustus 2021 sebesar 153,5 mm. Hujan sangat lebat kembali terjadi di Kota Pontianak pada 21 Agustus 2021 sebesar 100,3 mm. Dipicu hujan sangat lebat hingga kategori ekstrem tersebut berdampak terjadinya genangan di ruas jalan dan pemukiman warga Kota Pontianak," ujarnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan, jika berdasarkan laporan masyarakat dan BPBD selama sepekan terakhir, kejadian banjir ataupun genangan juga terjadi di beberapa wilayah Kalbar, diantaranya Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Melawi, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Landak, dan Kabupaten Ketapang.

"Berdasarkan pemodelan cuaca numerik diprakirakan 14 Kabupaten/Kota di Kalbar masih akan terjadi hujan lebat hingga 1 September 2021. Frekuensi terjadinya hujan lebat yang lebih banyak diprakirakan akan terjadi di Kabupaten/Kota yakni Kapuas Hulu, Kabupaten Sintang, Melawi, Sekadau dan Ketapang," ungkapnya.

Kemudian hujan sangat lebat diprakirakan akan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Landak, Bengkayang, Kubu Raya dan Sanggau.

BMKG Prediksi Pasang Air Laut Rendah Sepekan Mendatang, September Diperkirakan Akan Kembali Tinggi

"Sehubungan dengan sangat banyaknya wilayah yang berpotensi terjadi hujan lebat di Kalbar tersebut, maka BMKG Kalimantan Barat kembali mengingatkan perlunya meningkatkan kewaspadaan mengantisipasi dan menghadapi dampak potensi terjadinya cuaca ekstrem tersebut, seperti terjadinya banjir, genangan, jalan licin, tanah longsor dan sebagainya," pesannya.

Menurutnya, terjadinya cuaca ekstrem ini diprakirakan juga dapat berdampak pada berbagai sektor, seperti halnya sektor perhubungan, perdagangan, pertanian, perkebunan dan lain sebagainya.

Kemudian, untuk pasang air laut di sekitar Kota Pontianak diprakirakan mulai saat ini hingga sepekan ke depan diprakirakan semakin rendah.

"Akan tetapi pasang air laut diprakirakan akan kembali tinggi sekitar pada 3 sampai 6 September 2021," ungkapnya.

Sedangkan untuk gelombang di Perairan dan Laut sebelah barat Kalbar sepekan ke depan secara umum, disampaikannya gelombang berkisar antara 0.1 s/d 2.5 m atau berada pada kategori tenang sampai dengan sedang.

Sebagaimana ia sampaikan, pada Periode 24 - 26 Agustus, tinggi gelombang antara 1,25 - 2,5 meter atau berada pada Kategori Sedang berpeluang terjadi di Perairan Kepulauan Karimata, Laut Natuna, Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Anambas dan Periaran Kepulauan Natuna.

Sedangkan pada periode 27 - 30 Agustus 2021, tinggi gelombang antara 1,25 - 2,5 meter atau dalam kategori sedang yang berpeluang terjadi di Perairan Kepulauan Karimata dan Laut Natuna.

"Dengan adanya hujan yang hampir merata di wilayah Kalimantan Barat, maka untuk potensi kemudahan terjadi kebakaran hutan dan lahan dalam satu minggu ke depan diprakirakan berada pada kategori Aman," terangnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved