Breaking News:

Dua Kali Orangutan Masuk Pemukiman, Warga Resah dan Takut Pergi ke Ladang

Darmono berharap agar orangutan yang sudah menjalani proses rehabilitasi tidak dilepasliarkan di daerah mentatai

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Dua individu orangutan masuk ke pemukiman warga di Desa Teluk Harapan, Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Tercatat, primata ini sudah dua kali memasuki pemukiman warga hanya di bulan Agustus 2021. Warga pun merasa resah dengan kehadiran dua individu orangutan ini. Sebab, prilaku primata ini merusak pondok dan isinya. Warga juga merasa takut pergi ke ladang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Dua individu orangutan masuk ke pemukiman warga di Desa Teluk Harapan, Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Tercatat, primata ini sudah dua kali memasuki pemukiman warga hanya di bulan Agustus 2021.

Warga pun merasa resah dengan kehadiran dua individu orangutan ini. Sebab, prilaku primata ini merusak pondok dan isinya. Warga juga merasa takut pergi ke ladang.

"Banyak kerugian bagi warga yang pondok ladangnya dimasuki oleh orang utan. Dia merusak pondok, menumpahkan segala beras, padi dan lain lain," kata Darmono, warga Desa Teluk Harapan, kepada Tribun Pontianak, Selasa 24 Agustus 2021.

Darmono menduga, individu orangutan yang masuk ke pemukiman warga tersebut merupakan primata yang sudah dilepasliarkan oleh pihak terkait ke habitatnya yang cukup jauh dari Desa Teluk Harapan.

Kajari Sintang Tegaskan Perusahaan Jasa Konstruksi Wajib Daftarkan Pekerja BPJS Ketenagakerjaan

"Di Desa Teluk harapan ini akhir-akhir ini sudah 2 kali orang utan masuk ke daerah pemukiman bahkan sampai tembus ke desa. Ini terjadi karena sekarang sudah ada tempat untuk pelepasan orang utan, yaitu lokasinya (hutan) dalam sungai mentatai," kata Darmono.

Tempat pelepasliaran orangutan itu, sekitar 4 hari perjalanan dari Desa Teluk Harapan.

"Lokasinya memang cukup jauh dari tempat pemukiman, tapi yang terjadi sekarang malah berkeliaran ke desa terutama daerah pemukiman, ladang dan membuat warga merasa terganggu dengan kemunculan orang hutan tersebut," ujarnya.

Warga kata Darmono berharap agar orangutan yang sudah menjalani proses rehabilitasi tidak dilepasliarkan di daerah mentatai, supaya tidak kembali memasuki pemukiman warga.

"Memang harapan dari warga jangan sampai orang utannya kembali nyasar ke daerah pemukiman. Harapan dari warga jangan dilepas lagi di daerah mentatai, karena dengan kemunculan orang utan tersebut bikin resah warga dan banyak warga yang tidak berani ke ladang untuk melakukan kegiatan di ladang dikarenakan takut ketemu sama orangutan tersebut," harap Darmono.

Soal dua individu orangutan yang nyasar ke pemukiman pada Senin kemarin, Darmono menyebut sudah dibawa petugas kembali ke camp di mentatai.

"Orang utannya tadi sudah kami tangkap bersama dengan petugas dan sekarang sudah dibawa kembali ke camp yaitu dalam mentatai," tukasnya. (*)

(SImak berita terbaru dari Sintang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved