Besok Minggu 22 Agustus 2021 Akan Ada Fenomena Unik Bulan Biru di Langit Indonesia

Peneliti di Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Andi Pangerang mengatakan, fenomena Bulan Biru atau Blue Moon in

AFP
Definisi pertama, fenomena Bulan Biru Musiman atau Seasonal Blue Moon yakni Bulan Purnama ketiga dari salah satu musim astronomis yang didalamnya terjadi empat kali Bulan Purnama. 

Sementara, pada definisi berikutnya, Bulan Biru bulanan atau Monthly Blue Moon adalah Bulan Purnama kedua dari salah satu bulan di dalam kalender Masehi yang didalamnya terjadi dua kali purnama.

Bulan Biru Bulanan juga terjadi setiap dua atau tiga tahun sekali. Di mana sebelumnya pernah terjadi pada 31 Juli 2015 dan 31 Januari 2018.

Sedangkan, di mana mendatang, fenomena bulan purnama unik ini akan terjadi kembali pada 31 Agustus 2023 dan 31 Mei 2026 mendatang.

"Purnama pada 22 Agustus mendatang termasuk ke dalam Bulan Biru Musiman," kata Andi kepada Kompas.com, Rabu18 Agustus 2021.

Jadwal Fenomena Langit Bulan Juni 2021 - Gerhana Matahari Cincin, Bulan Purnama hingga Hujan Meteor

Blue Moon fenomena langka

Disampaikan Andi, Bulan Biru Musiman cukup langka dibandingkan dengan kejadian fenomena Bulan Biru Bulanan.

"Bulan Biru Musiman terjadi sedikit lebih jarang daripada Bulan Biru Bulanan," ujarnya.

Bulan Biru Bulanan dapat terjadi jika Bulan Purnama terjadi di sekitar awal bulan Masehi. Hal ini dikarenakan rata-rata lunasi sebesar 29,53 hari yang artinya lebih pendek dibandingkan dengan 11 bulan dalam kalender Masehi.

Sehingga, dalam 1100 tahun antara 1550 dan 2650, ada 408 Bulan Biru Musiman dan 456 fenomena Bulan Biru Bulanan. Dengan demikian, baik musiman maupun bulanan, Bulan Biru terjadi kira-kira setiap dua atau tiga tahun.

Adapun, meskipun namanya Bulan Biru, Andi berkata, sebenarnya warnanya tidak benar-benar biru.

"Bulan Biru yang benar-benar berwarna biru dapat terjadi sangat langka dan tidak ada hubungannya dengan kalender, fase Bulan atau jatuhnya musim, melainkan akibat dari kondisi atmosfer," jelasnya.

Abu vulkanik dan kabut asap, droplet di udara, atau jenis awan tertentu dapat menyebabkan Bulan Purnama tampak kebiruan. (*)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved