Harga Tes PCR Turun, Peneliti Sosial Sebut Masih Terbilang Mahal

Peneliti bidang Sosial asal Pontianak di Pusat Studi Muhammadiyah Yogyakarta, Alam mengatakan bahwa harga tes PCR tersebut masih terbilang mahal.

Tayang:
Penulis: Viqri Rahmad Satria | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Viqri Rahmad Satria
ALAM - Peneliti bidang Sosial asal Pontianak di Pusat Studi Muhammadiyah Yogyakarta, Alam menilai penurunan harga tes PCR masih terbilang mahal, Jumat 20 Agustus 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) terbaru tes PCR. Harga di Jawa-Bali berkisar Rp 495 Ribu, sedangkan untuk luar Jawa-Bali maksimal Rp 525 Ribu.

Peneliti bidang Sosial asal Pontianak di Pusat Studi Muhammadiyah Yogyakarta, Alam mengatakan bahwa harga tes PCR tersebut masih terbilang mahal.

"Penurunan biaya tes PCR dikisaran Rp 525–550 ribu masih terbilang mahal, tidak semua masyarakat dapat mebiayai tes dengan harga segitu. Terutama saya sendiri," jelasnya, kepada Tribun Pontianak, Jumat 20 Agustus 2021.

Demikian pula, peneliti yang berasal dari daerah Sungai Jawi Pontianak itu mengatakan bahwa penurunan harga tersebut tidak membantunya sebagai seorang mahasiswa rantau.

Harga Swab PCR Tertinggi Rp 525 ribu, Sutarmidji : Harus Didukung oleh Pengusaha Penyedia Reagen Kit

"Dengan tingginya harga tes PCR di kisaran Rp 525-550 ribu saya sama sekali tidak terbantu, pemerintah harus cepat bertindak agar harga tes PCR lebih terjangkau. Dan juga bertindak agar tes PCR lebih merata di berbagai daerah," tuturnya.

Kemudian ia menyarankan kepada pemerintah untuk menekan harga alat tes PCR.

"Pemerintah seharusnya menekan harga dari vendor-vendor penyuplai alat tes PCR agar dapat menurunkan harga lebih murah. Pada akhirnya, semua kalangan masyarakat mendapatkan harga yang terjangkau," ungkapnya.

Begitu pula, ia menyarankan kebijakan perjalanan untuk diubah.

"Untuk daerah yang masih menerapkan PPKM level 3 kebawah, peraturan perjalanan keluar-masuk dengan kartu vaksin saya rasa sudah cukup. Kasihan masyarakat kurang mampu yang harus keluar uang untuk tes PCR yang masih terbilang mahal," jelasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved