Pandangan Tenaga Pendidik Mengenai Kampus Mengajar Pada Masa Pandemi Covid-19

Satu di antaranya ada dosen dari Program Studi PPKN yang sudah bekerja selama 11 tahun di IKIP PGRI Pontianak, Fetty Novianty, ikut memberikan tanggap

Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Dosen dari Program Studi PPKN yang sudah bekerja selama 11 tahun di IKIP PGRI Pontianak, Fetty Novianty 

Penulis : Mahasiswa A Pagi PBSI Semester VI (Dita, Fitri Sri, Fitria, Januar)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Belum lama ini Kemendikbud membuat sebuah program kerja yang bisa diikuti oleh seluruh perguruan tinggi di Indonesia yaitu program kampus mengajar. 

Satu di antaranya ada dosen dari Program Studi PPKN yang sudah bekerja selama 11 tahun di IKIP PGRI Pontianak, Fetty Novianty, ikut memberikan tanggapan mengenai kampus mengajar program dari Kemendikbud itu seperti apa.

Dosen Prodi PPKN di Kampus IKIP PGRI Pontianak ini menjelaskan bahwa program kampus mengajar merupakan suatu kegiatan yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan.

HARI PERTAMA Belajar Tatap Muka, SMA Negeri 1 Pontianak Terapkan Ganjil Genap

Dikatakannya sebenarnya banyak mahasiswa yang ingin mengikuti program kampus mengajar tersebut namun, mereka kurang menanggapi informasi yang diberikan oleh pihak kampus. 

Selain itu dikarenakan situasi yang tidak memungkinkan untuk mereka turun langsung kelapangan pada masa pandemi covid-19 seperti saat ini. 

“Kampus mengajar ini terkhusus hanya ditujukan untuk tingkatan Sekolah Dasar  (SD), bukan SMP dan SMA. Lau nanti dosen pembimbingnya dari kampus yang berbeda,”ujarnya, Rabu 18 Agustus 2021.

Jadi dosen pembimbing nantinya tidak dari kampus IKIP PGRI itu sendiri. Bisa dari Kampus Muhammadiyah, UNTAN, POLNEP.

Dikatakannya program ini memang untuk seluruh kampus yang ada di Indonesia. Jadi dalam hal ini hanya keterbatasan informasi sehingga hal ini pun menjadi dampak.

Adapun keistimewaan dalam mengikuti program tersebut selain dapat menambah wawasan serta memperluas relasi pertemanan, juga dapat menguntungkan mahasiwa dalam sistem perkuliahan. 

“Karena mahasiswa yang mengikuti kampus mengajar akan mendapat insentif dari pemerintah sekaligus lapangan kerja serta menambah relasi pertemanan, dan mendapatkan nilai SKS yang memenuhi jumlah SKS perkuliahan pada semester yang diikutinya saat itu,”ujarnya.

Polemik Rangkap Jabatan Rektor UI, Diharapkan Tak Terjadi Pada Kampus-kampus di Kalbar

Selain itu mereka juga mendapatkan uang saku dan sebagai bentuk penilaian integritas perguruan tinggi yang mahasiswanya mengikuti program tersebut. 

Tidak hanya mahasiswa yang mengikuti program kampus mengajar, dosen-dosen dari seluruh perguruan tinggi juga dapat mengikuti program tersbut dengan melakukan pendaftaran dan juga melalui tahapan seleksi yang telah ditetapkan. 

“Saya berharap agar lebih banyak lagi mahasiswa IKIP PGRI yang mendaftar program kampus mengajar,” ujarnya.

Tidak ada hambatan bagi mahasiswa yang mengikuti program tersebut karena, sebelum turun ke lapangan mereka sudah terlebih dahulu diberikan pembekalan. Sehingga mereka sudah siap saat di akan memulain program tersebut. (*)

(Update Informasi Seputar Kota Pontianak)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved