Mahasiswa Pontianak Raih Medali Perunggu Kompetisi Matematika Internasional

Pemuda asal Kota Pontianak kembali mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) asal Kota Pontianak,

Tayang:
Penulis: Viqri Rahmad Satria | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
REZA - Reza memenangkan Kompetisi Matematika Internasional oleh Bulgaria, pada 7 Agustus 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemuda asal Kota Pontianak kembali mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) asal Kota Pontianak, M Reza Ardhana memenangkan Medali Perunggu pada International Mathematics Competition (IMC) 2021. Kompetisi itu diadakan oleh Bulgaria pada 3-7 Agustus 2021.

Awalnya ia tidak menyangka bisa mengikuti kompetisi bergengsi itu.

"Saya tahun lalu ikut Kompetisi Nasional (KN) MIPA dan dapat medali perunggu. Sebetulnya tahun ini rencananya ikut KN MIPA lagi, tapi beberapa hari sebelum pelaksanaan saya diundang ke grup IMC," jelasnya, pada 13 Agustus 2021 siang WIB.

Demikian pula akhirnya ia disuruh memilih apakah tetap mengikuti kompetisi nasional itu atau ikut mewakili nama Indonesia di kompetisi tingkat internasional.

Seruan Vaksinasi Bersama Aliansi BEM Se-Kalbar, Kapolda Tri Hardjanto Apresiasi Mahasiswa

"Saya disuruh memilih apakah ikut KN MIPA atau IMC. Karena teman-teman bilang cari pengalaman saja, akhirnya saya memutuskan untuk ikut IMC," terangnya.

Sebelum kompetisi internasional itu dilakukan, Reza mengikuti pembinaan yang dibimbing langsung oleh dosen-dosen ternama asal Indonesia.

"Saya ikut pembinaan oleh dosen-dosen ternama asal Indonesia. Karena waktu itu posisi sedang KKN di tempat yang susah sinyal, setiap pembinaan saya harus pergi ke hutan mencari sinyal," jelasnya.

(Update Informasi Seputar Kota Pontianak)

Reza mengikuti pembinaan selama 12 hari, dari 20 Juli hingga 1 Agustus 2021. Pembinaan itu ia ikuti secara virtual.

"Saya duduk di pondok yang sudah lapuk di tengah hutan, saya takut pondoknya roboh. Tidak ada listrik juga di sana, saya hanya mengandalkan power bank," pungkasnya.

Lima hari pembinaan ia ikuti di desa tempat pelaksanaan KKN. Kondisi yang tidak mendukung membuat Reza merasa tidak maksimal untuk mempersiapkan diri.

"Materi-materi yang diberikan sulit dan kondisi tidak mendukung juga. Sedangkan ada 11 orang yang ikut, saya merasa di tingkat paling bawah dibanding mereka. Saya juga takut merasa bersalah, sudah dibiayai negara kok tidak memberikan upaya yang maksimal," ungkapnya.

Akhirnya Reza memutuskan untuk izin KKN dan pulang.

"Akhirnya saya meminta izin pulang ke Pontianak. Di rumah barulah saya bisa fokus belajar dan mempersiapkan diri secara maksimal. Setelah selesai lomba, pada 4 Agustus 2021 baru saya kembali mengikuti KKN," jelasnya.

Ledakan Tabung Oksigen di Jalan Antasari Pontianak, Saksi Dengar Suara Cukup Kuat

Reza juga menyampaikan pola belajar yang ia lakukan ketika mempersiapkan diri mengikuti kompetisi ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved