KISAH EPA Pengamen di Pontianak yang Berjuang Demi Bantu Ekonomi Keluarga
Epa (16) merupakan satu di antara pengamen jalanan. Ia biasa mengamen di perempatan traffic light Jl Ahmad Yani-Jl Sultan Abdurrahman, Kota Pontianak.
Penulis: Viqri Rahmad Satria | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Epa (16) merupakan satu di antara pengamen jalanan. Ia biasa mengamen di perempatan traffic light Jl Ahmad Yani-Jl Sultan Abdurrahman, Kota Pontianak.
Dirinya mengatakan bahwa ia mengamen dari pagi hingga malam hari.
"Saya mengamen dari pagi sampai malam, seletihnya. Biasa sehari bawa pulang Rp 100 Ribu. Paling banyak Rp 150 Ribu, itu sudah paling mentok," jawabnya, Kamis, 12 Agustus 2021.
• Apresiasi PMKRI Gelar Vaksinasi Masal, Edi Harap Pemerintah Pusat Lancar Distribusikan Vaksin
Demikian pula, anak pertama dari lima bersaudara itu menceritakan bahwa ia mengamen demi membantu perekonomian keluarga.
"Saya mengamen untuk bantu ekonomi keluarga. Ibu saya bantu orang jualan sayur, dapat upah dari sana. Saya punya adik empat orang," terangnya.
Kemudian ia menceritakan bahwa sebelum mengamen ia pernah mengemis.
"Dulu saya mengemis, tapi semenjak lihat banyak teman yang mengamen akhirnya saya coba mengamen," ungkapnya.
Kendati demikian, banyak rintangan yang ia harus lalui selama menjalani pekerjaan itu.
"Ukulele saya pernah disita oleh Satpol PP empat kali. Kalau ukulele disita bagaimana saya cari uang untuk hidup," jelasnya.
Demikian pula pengamen lainnya, Rahmat (27) menceritakan bahwa ia telah mengamen sejak lama.
“Saya merantau ke Pontianak. Sempat kerja lain tapi akhirnya saya memutuskan untuk mengamen,” ungkapnya.
• Wali Kota Pontianak Sebut Ada Penurunan Kasus Covid-19
Rahmat menceritakan bahwa ia juga mengalami hal yang sama seperti Epa.
“Ukulele saya juga pernah disita empat kali. Tidak hanya disita, terakhir ukulele saya dihancurkan,” jelasnya.
Demikian pula ia juga menyampaikan harapannya kepada pengamen-pengamen lain.
“Kita sebagai pengamen jangan buat ulah. Kalau tidak diberi jangan marah-marah hingga memecahkan kaca mobil,” tuturnya. (*)
(Update Informasi Seputar Kota Pontianak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sdf-dsf-sdf-dsf-sd-fsdf.jpg)