OBAT Herbal atau Bahan Alami Penurun Panas Tinggi
Namun jika kondisi terus berlanjut segera periksakan pada dokter atau tenaga kesehatan terdekat untuk mencegh terjadinya risiko yang tak diinginkan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kondisi demam panas yang tinggi kerab kali membuat orang sekitar merasa khawatir.
Terlebih jika demam panas terjadi pada anak.
Selain dengan obat penurunan panas sebetulnya bisa dilakukan dengan obat-obatan herbal serta asupan makanan.
Dalam artikel ini merangkum sejumlah makanan dan tanaman herba yang bisa menurunkan panas.
Namun jika kondisi terus berlanjut segera periksakan pada dokter atau tenaga kesehatan terdekat untuk mencegh terjadinya risiko yang tak diinginkan.
• Ampuh Obati Batuk Cukup dengan Bahan Herbal Alami dan Sangat Mudah Didapat
Beberapa obat herbal atau bahan alami yang dipercaya dapat mengatasi demam, yaitu:
1. Kelor
Obat herbal pertama untuk mengatasi demam adalah kelor.
Kelor merupakan tanaman tropis yang memiliki beragam manfaat nutrisi dan obat.
Hampir semua bagian tanaman kelor mengandung vitamin, mineral, antioksidan, dan agen antibakteri.
Sebuah studi pada 2014 menemukan bahwa kulit kelor bisa mengurangi demam pada kelinci.
Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana tanaman ini dapat menurunkan demam pada manusia.
Beberapa penelitian menunjukkan itu mungkin lebih lembut pada hati daripada obat yang dijual bebas seperti acetaminophen.
Perlu diingat selalu bahwa jangan pernah gunakan kelor jika Anda sedang hamil dan minum obat yang merupakan substrat sitokrom P450, seperti lovastatin (Altoprev), fexofenadine (Allegra), atau ketoconazole (Nizoral).
2. Akar kudzu
Obat herbal kedua untuk mengatasi demam adalah akar kudzu.
Akar kudzu adalah ramuan yang digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok.
Akar kudzu memiliki sifat antiinflamasi dan dapat membantu mengurangi rasa sakit.
Sebuah studi pada 2012 menunjukkan bahwa akar kudzu dapat mengurangi demam pada tikus, tetapi penelitian pada manusia diperlukan untuk mengevaluasi ini dengan benar.
Perlu diingat juga, hindari penggunaan akar kudzu jika Anda sedang minum tamoxifen, memiliki kanker sensitif hormonal, seperti kanker payudara ER-positifpositive, dan sedang minum metotreksat (Rasuvo).
Jika Anda mengonsumsi obat diabetes, bicarakan dengan dokter sebelum mencoba akar kudzu.
Itulah bahan herbal yang bisa bermanfaat sebagai obat demam.
Ingat, konsultasikan dengan dokter sebelum Anda konsumsi obat herbal untuk menurunkan demam tersebut. Semoga cepat sembuh!
• Manfaat Asam Jawa untuk Kesehatan dan Obat Herbal, Ampuh Obati Batuk dan Sariawan
3. Air kelapa
Tetap terhidrasi dengan baik adalah salah satu hal terpenting yang dapat dilakukan saat Anda sedang sakit.
Hidrasi sangat penting terutama saat Anda demam, banyak berkeringat, atau muntah atau diare, yang dapat menyebabkan Anda kehilangan banyak air dan elektrolit.
Di sini, air kelapa bisa menjadi minuman penurun panas demam yang pas untuk disantap saat Anda sedang sakit.
Selain manis dan beraroma, air kelapa mengandung glukosa dan elektrolit yang dibutuhkan untuk rehidrasi.
Selain itu, beberapa penelitian pada hewan menemukan bahwa air kelapa mengandung antioksidan yang dapat melawan kerusakan oksidatif dan juga dapat meningkatkan kontrol gula darah dalam tubuh.
Namun, sebuah penelitian lainnya, menemukan bahwa air kelapa lebih bisa menyebabkan kembung daripada minuman elektrolit lainnya.
Sebaiknya, minum air kelapa secara bertahap.
4. Teh panas
Sama seperti sup ayam, teh panas dapat bertindak sebagai dekongestan alami, membantu membersihkan sinus dari lendir.
Ketahuilah bahwa teh harus panas untuk bertindak sebagai dekongestan, tetapi tidak boleh dikonsumsi terlalu panas karena malah bisa mengiritasi tenggorokan.
Anda tidak perlu terlalu khawatir teh dapat menimbulkan dehidrasi.
Meskipun beberapa teh memang mengandung kafein, jumlahnya cenderung kecil untuk menyebabkan peningkatan kehilangan air.
Teh juga mengandung polifenol, yaitu zat alami yang ditemukan pada tumbuhan yang mungkin memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, mulai dari tindakan antioksidan, anti-inflamasi hingga efek anti-kanker.
Tanin adalah salah satu jenis polifenol yang ditemukan dalam teh.
Selain bertindak sebagai antioksidan, tanin juga memiliki sifat antivirus, antibakteri, dan antijamur.
5. Madu
Madu dapat pula dimanfaatkan sebagai makanan penurun panas demam yang baik dikonsumsi.
Madu terbukti memiliki efek antibakteri yang kuat karena mengandung senyawa antimikroba tinggi.
Beberapa bukti menunjukkan bahwa madu juga dapat merangsang sistem kekebalan tubuh.
Hal inilah yang membuat madu baik dikonsumsi saat Anda saat sakit, terutama jika Anda mengalami sakit tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi bakteri.
Anda bisa mengonsumsi madu secara langsung atau mencampurkannya pada teh.
6. Jahe
Jahe mungkin paling terkenal karena efek antimualnya.
Jahe juga telah terbukti secara efektif dapat meredakan mual yang berhubungan dengan kehamilan dan pengobatan kanker.
Terlebih lagi, jahe bertindak mirip dengan obat antiinflamasi non steroid.
Jahe juga menunjukkan efek antioksidan, antimikroba dan anti-kanker.
Gunakan jahe segar dalam masakan atau buah wedang jahe untuk mendapatkan manfaat tersebut.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "14 Makanan Penurun Panas Demam yang Baik Dikonsumsi", dan Artikel ini telah tayang di Kontan dengan judul Dua bahan herbal ini bisa menjadi obat menurunkan demam tubuh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/khasiat-daun-kelor-untuk-perawatan-kecantikan-tips-cantik-cara-buat-masker-wajah-dari-daun-kelor.jpg)