Cerita Singkat Tiga Peristiwa Perang yang Dipimpin oleh Rasulullah SAW
Sebagai pemimpin, Rasulullah SAW mengetahui ancaman ini sehingga beliau mengajak para sahabat untuk berjihad mempertahankan diri dari ancaman musuh.
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
2. Perang Uhud
Perang Uhud terjadi pada tahun ke-3 hijriah (625 M) di bukit Uhud.
Tentara Islam berjumlah 700 orang, sedangkan tentara kafir berjumlah 3.000 orang yang dipimpin Khalid bin Walid.
Awalnya tentara Islam berjumlah 1.000 orang, namun sebanyak 300 orang kaum munafik pimpinan Abdullah bin Ubay mengundurkan diri.
Rasulullah SAW kemudian mengatur strategi dengan memerintahkan pasukan pemanah berada di atas bukit untuk menjaga garis belakang pertahanan dan jangan turun sebelum diperintah turun.
Nabi memilih 50 orang pemanah ahli di bawah pimpinan Abdullah bin Jabir.
Perang berlangsung sengit dan kaum muslimin hampir memenangkan peperangan.
Namun pasukan panah di atas bukit turun kebawah sebelum diperintah Rasulullah SAW mengetahui pasukan panah turun, pasukan kafir yang sudah hampir kalah menyerang kembali.
Pertahanan pasukan Islam runtuh dan kalah. Rasulullah SAW sendiri terluka.
• Apa Usaha yang Dilakukan Rasulullah SAW untuk Membina Pertahanan di Madinah?
Perang Khandaq terjadi pada bulan Syawal Tahun 5 H (627 M).
Khandaq artinya parit.
Disebut perang khandaq karena sahabat Salman al-Farisi mengusulkan kepada Rasulullah SAW agar membuat parit mengelili Kota Madinah untuk menahan serangan kaum kafir Quraisy.
Rasulullah SAW menerima usulan ini, sehingga beliau memerintahkan para sahabat membuat parit.
Perang ini juga disebut perang Ahzab.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ilustrasi-perang-badar-ski-kelas-5.jpg)