Olimpiade Tokyo

Ukir Sejarah di Olimpiade 2021, Ini Perjalanan Greysia Polli dan Apriyani Rahayu

Di perebutan medali emas tersebut, Greysia Polii/Apriani Rahayu akan herdapan dengan pasangan China, Chen Qingchen/Jia Yifan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA/AP/Markus Schreiber
Greysia Polii/Apriyani Rahayu saat berada di Olimpiade Tokyo. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Sosok Ganda Putri Indonesia yakni Apriyani Rahayu yang bersanding dengan Greysia Polli mendatangkan kabar bahagia untuk Indonesia

Greysia Polii/Apriani Rahayu melakukan perjalanan luar biasa dalam Olimpiade Tokyo 2021.

Ganda putri andalan Indonesia ini, melaju ke babak final cabor bulutangkis Olimpiade Tokyo 2021.

Di perebutan medali emas tersebut, Greysia Polii/Apriani Rahayu akan herdapan dengan pasangan China, Chen Qingchen/Jia Yifan.

Pertandingan tersebut akan digelar di Musashino Forest Sport Plaza, Senin 2 Agustus 2021 Pukul 11.50 WIB.

[Update Informasi Lainnya Disini]

Profil Apriyani Rahayu, Kilas Balik Masa Kecil Wanita Tomboy yang Menjadi Ganda Putri Indonesia

Langkah pertama Greysia Polii/Apriani Rahayu di bulutangkis Olimpiade Tokyo 2021 cukup mulus.

Dikutip Wikipedia, Apriyani pernah meraih piala perunggu ganda putri Kejuaraan Dunia 2018 di Tiongkok serta Asian Games 2018 di Jakarta.

Dalam karirnya sebagai pebulutangkis, Apriani pernah berpasangan dengan beberapa pemain seperti Rosyita Eka Putri Sari, Fachriza Abimanyu, Rinov Rivaldy, Jauza Fadhila Sugiarto, Agripinna Prima Rahmanto Putra, Panji Akbar Sudrajat dan saat ini bersama Greysia Polli

Sedangkan, Performa dari Greysia Polii memang sudah tidak diragukan lagi.

Saat disandingkan dengan Apriyani Rahayu, mereka sering mendapatkan kejuaraan yang sangat membanggakan Indonesia.

Dalam perjalan kariernya, walaupun terlihat memiliki banyak prestasi, Greysia juga sempat nyaris ingin gantung raket.

PROFIL Greysia Polii, Ganda Putri Indonesia yang Lawan Telak Putri Unggul Dunia

Hal tersebut dikarenakan kurangnya apresiasi pemerintah terhadap perjuangan atlet.

Greysia bahkan sempat mendapatkan kartu hitam dari BWF pada 2012 Karena mempaktikan match fixing atau pengaturan skor di Olimpiade London 2012.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved