Breaking News:

Diduga Orangtua Panik Rumah Terbakar di Sintang, Balita Tidur di Ayunan Tak Terselamatkan

Kebakaran itu menghanguskan satu unit rumah sekaligus bengkel milik Yatno, warga Desa Manter, Kecamatan Sungai Tebelian.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Musibah kebakaran menghanguskan satu unit rumah sekaligus bengkel milik Yatno, warga Desa Manter, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, Kalbar. Akibat kebakaran tersebut, nyawa bayi berusia 1 tahun meninggal dunia dalam keadaan tak utuh, karena terbakar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Peristiwa Kebakaran menelan korban jiwa di Kabupaten Sintang, KalBar. Syafii Alkafi meninggal dunia, ditemukan oleh tim pemadam kebakaran dalam kondisi tak utuh. Bayi berusia 1 tahun itu, sedang tidur di ayunan saat kediaman orangtuanya terbakar api.

Kebakaran itu menghanguskan satu unit rumah sekaligus bengkel milik Yatno, warga Desa Manter, Kecamatan Sungai Tebelian.

Laporan kebakaran diterima tim Damkar Kabupaten Sintang pada Jumat, 30 Juli 2021 pukul 23.39 wib malam dari anggota Polsek Sungai Tebelian. Api pertama kali muncul sekitar pukul 22.30 wib.

"Korban ditemukan meninggal dunia dan dalam kondisi tak utuh lagi karena terbakar. Ditemukan berupa serpihan tulang paha," kata Kapolres Sintang, AKBP Ventie Bernard Musak Melalui Kasubag Humas Iptu Hariyanto, Sabtu 31 Juli 2021.

BREAKING NEWS - Kebakaran di Sungai Tebelian Sintang, Balita Umur 1 Tahun Meninggal Dunia

Syafii ditemukan anggota Polsek Sungai Tebelian dan tim Damkar sekitar pukul 02.05 wib di antara arang bangunan rumah yang ludes terbakar.

Saat musibah kebakaran terjadi, anak pasangan Yatno dan Endang itu sedang tidur di ayunan. Diduga, kedua orangtuanya panik saat api mulai membakar bangunan rumah ditambah listrik yang langsung padam.

"Anak korban diketemukan dan sudah dalam kondisi telah meninggal karena terbakar sehingga sudah tidak utuh lagi. Saat kejadian kebakaran anak tersebut dalam posisi tertidur di dalam ayunan dan tidak sempat diselamatkan oleh kedua orang tuanya, karena lampu PLN dalam keadaan padam dan dalam kondisi panik," ungkap Hariyanto.

Diberitakan sebelumnya, musibah kebakaran menghanguskan satu unit rumah sekaligus bengkel milik Yatno, warga Desa Manter, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, Kalbar. Akibat kebakaran tersebut, nyawa bayi berusia 1 tahun meninggal dunia dalam keadaan tak utuh, karena terbakar.

Laporan kebakaran diterima tim Damkar Kabupaten Sintang pada Jumat, 30 Juli 2021 pukul 23.39 wib malam dari anggota Polsek Sungai Tebelian. Api pertama kali muncul sekitar pukul 22.30 wib.

"Tim damkar tiba di tempat kejadian kebakaran pukul 00.56 wib," kata Kabid Damkar, Yudius, Sabtu 31 Juli 2021.

Dua unit mobol damkar water pump dan fire rescue dikerahkan ke lokasi kebakaran untuk melakukan upaya pemadaman. Objek yang terbakar tersebut, bengkel selaligus tempat tinggal milik Yanto.

Upaya pemadaman dibantu oleh masyarakat sekaligus anggota Polsek Sungai Tebelian.

"Selesai pemadaman pukul 02:17 Wib. Korban jiwa Syafii Alkafi, laki-laki, usia 1 tahun, anak dari Pak Yanto. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan," ujar Yudius. (*)

(Simak berita terbaru dari Sintang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved