Breaking News:

Pengamat Kesehatan Mempawah Sebut Vaksinasi Menjadi Kebutuhan di Tengah Pandemi Covid-19 Saat Ini

Sebagai seorang dokter dan juga merupakan Tokoh Pemuda Mempawah, dirinya juga menyampaikan bahwa vaksinasi Covid-19 sangat dibutuhkan untuk menjaga im

Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pengamat Kesehatan Mempawah, dr Ridhallah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Pengamat Kesehatan Mempawah, dr Ridhallah, mengatakan bahwa saat ini vaksinasi memang sangat dibutuhkan di tengah pandemi Covid-19 yang kian hari kian meningkat penyebarannya.

"Banyak tanggapan masyarakat yang takut divaksin, karena mereka belum mengetahui efek baik dari vaksin itu sendiri, dan banyak masyarakat yang termakan hoax dari vaksin," ujarnya kepada Tribun, Jumat 30 Juli 2021.

Lelaki yang kerap disapa Edo ini juga menyampaikan, bahwa vaksinasi sama halnya dengan imunisasi.

"Karena vaksinasi ini sendiri sebenarnya sama saja namanya dengan imunisasi Covid-19," bebernya.

Sebagai seorang dokter dan juga merupakan Tokoh Pemuda Mempawah, dirinya juga menyampaikan bahwa vaksinasi Covid-19 sangat dibutuhkan untuk menjaga imunitas tubuh demi menghindari paparan Covid-19.

23799 Warga di Mempawah Terima Vaksin, Mukhtar: Baru Sekitar 10,90 Persen

"Ibaratnya seperti ini, sebelum divaksin misalkan antibodi kita anggap saja 5, sedangkan kekuatan virus itu 10, dan setelah divaksin antibodi kita akan bertambah misalkan menjadi 9, jadi kalau kekuatan dari virus tersebut adalah 10, maka kalaupun terinfeksi maka hanya akan menimbulkan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala, kemudian jika setelah di vaksin antibodi menjadi 11 maka daya tahan tubuh sudah kuat yang insyaallah tidak akan terinfeksi. Berbeda dengan yang tidak divaksin akan lebih rentan terinfeksi dengan gejala yang lebih berat" ungkapnya.

Untuk itu dirinya juga mengimbau agar masyarakat tidak takut untuk divaksin.

"Jadi jangan takut untuk divaksin, karena selama ini yang dipublikasikan adalah tingkat kegagalan, dan itu hanya sebagian kecil saja. Dan sebenarnya tingkat keberhasilan dari vaksin itu sendiri juga sangat tinggi. Jadi masyarakat ini kan hanya mau menerima apa yang mereka dengar, bukan apa yang mereka butuhkan. Sehingga banyaknya yang tidak mau vaksin karena sedikitnya informasi tentang keberhasilan dari vaksin itu sendiri," tutupnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Mempawah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved