Apa itu Konsentrator Oksigen ? Bagaimana Cara Kerja Konsentrator Oksigen ?

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap kebutuhan oksigen nasional perhari, di tengah lonjakan eksponensial kasus Covid-19 yang mencapai

Editor: Jimmi Abraham
Tribunnews
Ilustrasi alat oksigen konsentrator untuk kebutuhan pasien Covid-19. 

Bagian penting lainnya adalah sistem pendingin yang menjaga konsentrator oksigen portabel dari panas berlebih.

Oksigen konsentrator bisa memiliki kecepatan produksi oksigen hingga sebanyak 5 liter per menit (LPM).

Alat ini juga dilengkapi dengan panel untuk mengatur kadar oksigen yang dibutuhkan oleh pasien.

Selanjutnya, pasien dapat menggunakan kanula hidung atau masker khusus yang terhubung pada alat tersebut.

Apabila dibandingkan dengan tabung oksigen cair, oksigen konsentrator dinilai lebih simpel dan mudah dibawa.

Serta juga dapat digunakan di rumah. 

Alat ini juga tidak perlu diisi ulang seperti halnya tabung oksigen cair, juga dinilai lebih aman daripada oksigen cair karena tidak mudah bocor. 

Kendalanya, alat ini memerlukan sambungan listrik sehingga tidak dapat berfungsi apabila listrik mati atau tidak ada jaringan listrik. 

Meksipun dapat digunakan sendiri di rumah, pasien yang menggunakan alat ini juga perlu seizin dan mendapatkan pengawasan dari dokter.

Kapan dibutuhkan?

Konsentrator oksigen dibutuhkan ketika saturasi oksigen seseorang di bawah 94 persen, dikutip dari The Hindu.

Dalam kondisi itu biasanya seseorang memerlukan rawat inap.

Namun, lonjakan kasus Covid-19 dan pasokan oksigen yang terbatas membuat perangkat ini sangat membantu.

Perangkat ini dapat membantu mereka yang kadar oksigennya antara 88-92 persen jika seseorang tak dapat mengakses rumah sakit.

Banyak produk konsetrator oksigen hadir dengan berbagai spesifikasi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved