Breaking News:

Bupati Sambas Satono dan Rombongan Pantau Pelaksanaan Isbat Nikah di KUA Jawai

Diungkapkan oleh Satono dirinya juga berharap ke depan tidak ada lagi pasangan suami istri yang menikah di bawah tangan, karena menyangkut nasab, nasi

Penulis: M Wawan Gunawan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Sambas Satono, melihat prosesi sidang isbat nikah bersama Kepala Pengadilan Agama Sambas, Kepala Disduk Capil dan Kemenag Sambas di Kantor KUA Jawai. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bupati Sambas, Satono meminta kepada masyarakat Kabupaten Sambas menghindari nikah siri atau nikah di bawah tangan. Dia ungkapkan, dirinya tidak ingin jumlah janda dan duda di Kabupaten Sambas semakin banyak.

Hal itu dia sampaikan saat memberikan sambutan dalam pembukaan Sidang Isbat Nikah Terpadu untuk Kecamatan Jawai, Teluk Keramat, Subah, Sejangkung, dan Tebas di Kantor Camat Jawai.

"Jangan sampai janda dan duda di Sambas semakin banyak gara-gara maraknya nikah siri atau nikah di bawah tangan," ujarnya, Rabu 28 Juli 2021.

Diungkapkan oleh Satono dirinya juga berharap ke depan tidak ada lagi pasangan suami istri yang menikah di bawah tangan, karena menyangkut nasab, nasib dan nisab.

Terjun ke Masyarakat, DPRD Sambas Beri Wejangan untuk Mahasiswa KKL IAIN Pontianak

"Kalau nikah bawah tangan nasabnya nanti tidak jelas. Nisabnya juga, kalau meninggal, masalah harta warisan bisa ribut. Nasibnya, kalau ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, bisa malang nasibnya," katanya.

Satono mengatakan terdapat tiga poin penting (nasab, nasib dan nisab), tidak hanya menjadi tugas Kepala Pengadilan Agama, Kepala Kemenag, Kadis Dukcapil, dan KUA. Namun butuh sinergi antara pemerintah Kabupaten, Pemerintah kecamatan sampai Pemerintah Desa.

"Saya minta kepada seluruh camat dan kades untuk bersinergi membangun sinergitas bagaimana percepatan penyelesaian masalah yang sangat panjang ini," katanya.

Karenanya, dia menginginkan agar sidang isbat nikah terpadu bisa terus dilaksanakan sampai tidak ada lagi ditemukan pasangan yang menikah bawah tangan sehingga tidak tercatat oleh negara.

"Sekarang penghulu tidak ada lagi dari swasta, semuanya dinikahkan kepala KUA masing-masing. Kegiatan ini harus dilaksanakan sampai tidak ditemukan lagi pasangan suami istri yang tidak tercatat," katanya.

Oleh karenanya dia mengingatkan masyarakat Kabupaten Sambas akan pentingnya surat nikah bagi kehidupan sehari-hari. Selain surat nikah, surat administrasi kependudukan lainnya juga tidak kalah penting.

"Kertas yang kabur dan lusuh, jauh lebih penting daripada ingatan kuat seseorang. Sebuah catatan sangat penting sebagai bukti. Mulai dari di dunia, sampai perkara ibadah, Allah SWT menyuruh malaikat untuk menuliskannya. Sebagai bukti yang tidak bisa di ingkari," tutupnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sambas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved