Breaking News:

Kabupaten Kayong Utara Masuk Kriteria Level 2, Kadiskes Harisson Sorot Tingkat BOR Capai 75 Persen

“Kondisi ini yang mengkhawatirkan kalau Kayong Berada pada PPKM Level 2 seharunya BOR COVID-19 harus dibawah 40 persen,”ujarnya.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Kadiskes Kalbar, Harisson. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kabupaten Kayong Utara masuk kriteria penerapan PPKM Level Dua yang ditetapkan oleh Kemenkes.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson menjelaskan bahwa Kabupaten Kayong Utara merupakan daerah yang paling rendah Se- Kalbar melakukan testing dan tracing pemeriksaan PCR di Laboratorium PCR.

“Kayong Utara sendiri tidak mempunyai Lab PCR inilah yang menyebabkan Kayong Utara berada pada PPKM Level 2. Harusnya kita bersyukurr karena hanya masuk PPKM Level 2,” ujarnya, Senin 26 Juli 2021.

Tapi yang jadi masalah kalau dilihat dari tingkat keterisian tempat tidur covid- 19 atau BOR di Kayong Utara saat ini mencapai 75 persen untuk per 5 Juli 2021.

“Kondisi ini yang mengkhawatirkan kalau Kayong Berada pada PPKM Level 2 seharunya BOR COVID-19 harus dibawah 40 persen,”ujarnya.

PPKM Diperpanjang, Gubernur Kalbar Sutarmidji Keluarkan 11 Instruksi untuk Kepala Daerah

hal tersebut diharapkan Harisson agar menjadi perhatian dari Pemerintah Kayong Utara jangan sampai terlena dengan tidak melakukan testing dan tracing.

“Sehingga tidak ketahuan berapa banyak pasien covid-19 yang terpapar covid-19. Sementara di sisi lain tempat tidur perawatan di RS Kayong hampir penuh,”tegasnya.

Gambaran situasi keterkendalian covid-19 disuatu daerah salah satunya dapat dilihat dari BOR pasien covid-19 di RS.

“Jadi kalau BOR rendah dibawah 40 persen dapat kita simpulkan assesmen keterkendaliannya di level 2. Tetapi dengan BOR 75 persen Kayong utara harusnya minimal berada pada situasi keterkendalian pandemi Covid-19 level 3 seperti kabupaten kota lainnya,”jelasnya.

Selain itu untuk kasus kematian di Kayong Utara dikatakannya pihak Provinsi belum menerima pelaporan jumlah kasus kematian di Kayong Utara.

“ Karena mereka tidak pernah melaporkan kasus kematian di sana karena kasus covid-19 atau probable covid-19,” pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved