Pontianak-Singkawang Berlaku PPKM Level 4, Sutarmidji Minta Pedomani Instruksi Mendagri

Tapi tingkat penanganan dalam segala aspek hitungannya Pontianak dan Singkawang ada di level 4. Level 4 ini level yang tertinggi.

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji saat diwawancara wartawan 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kota Pontianak dan Kota Singkawang akan Pemberlakuaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Hal itu disampaikan Gubernur Kalbar,  Sutarmidji sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmemdagri) Nomor 23 Tahun 2021. PPKM Level 4 berlaku hingga Minggu 25 Juli 2021 mendatang.

“Kita yang zona merah tinggal Kota Pontianak, tapi sudah membaik. Dimana sebelumnya nilai skornya 1,35 sekarang sudah 1,67,” ungkapnya di Pendopo Kalbar, Rabu 21 Juli 2021.

Gubernur Sutarmidji yakin kalau masyarakat bersama pemerintah menerapkan PPKM ini dengan baik, maka Pontianak minggu depan sudah keluar dari zona merah.

“Tapi tingkat penanganan dalam segala aspek hitungannya Pontianak dan Singkawang ada di level 4. Level 4 ini level yang tertinggi. Sehingga PPKM-nya sangat ketat, maka Singkawang dan Pontianak tetap PPKM Darurat,” ungkapnya.

Aturan Lengkap PPKM Level 4 Pontianak yang Berlaku hingga Minggu 25 Juli 2021

Daerah lain, dikatakannya juga harus melaksanakan PPKM sesuai level yang telah ditetapkan dalam Inmendagri, tapi tidak seketat Kota Pontianak dan Kota Singkawang.

“Saya minta Wali Kota Pontianak dan Wali Kota Singkawang untuk berpedoman pada Inmendagri Nomor 23,” imbuhnya.

Selama empat pekan, Kota Pontianak memang belum keluar dari zona merah atau resiko tinggi penyebaran Covid-19. Kota Pontianak kembali masuk zona merah berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Kalbar per 18 Juli 2021.

Kota Pontianak sebelumnya telah menerapkan PPKM Darurat sejak 12 Juli yang telah berakhir pada 20 Juli 2021. Setelah PPKM Darurat, Kota Pontianak kembali menerapkan PPKM Level 4 sampai 25 Juli 2021.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan bahwa ia telah menghadap Gubernur Kalbar untuk berdiskusi dan berkordinasi tentang penanganan pandemi Covid-19 di Pontianak.

“Kita ingin Kota Pontianak ini bebas dan masyarakat cepat bisa beraktivitas terutama dalam perekonomian,” ujarnya usai menemui Gubernur Kalbar di Pendopo Gubernur, Rabu 21 Juli 2021.

“Kota Pontianak kembali memperpanjang sampai 25 Juli sesuai Instruksi Mendagri Nomor 23 yang terbaru. Jadi selama 5 hari saja sampai hari minggu. Kita tetap akan memperpanjang, karena kita harus mematuhi keputusan pusat,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat Kota Pontianak bisa memahami kondisi saat ini untuk bisa bersama-sama menjaga supaya tidak terjadi lonjakan jika ini tidak di lakukan.

“Bagi yang sudah terpapar dan bergejala cepat datangi fasilitas kesehatan , dan yang isoman lakukan kordinasi ke puskesmas untuk mendapatkan pelayanan obatan dan kontrol supaya cepat sembuh,” harapnya.

Dalam hal ini, dikatakannya harus ada keterbukaan. Edi meminta Satgas sampai ke kecamatan, keluarga maupun RT/RW untuk ikut membantu memonitor warga setempat supaya bisa isolasi mandiri agar cepat sembuh.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved