Breaking News:

DPRD Sidak Ke RSUD Sambas, Pantau Ketersediaan Oksigen Hingga Bed Occupancy Rate Covid-19

RSUD Sambas pada sore hari kemarin mengeluarkan pengumuman bahwa mereka tidak lagi menerima rujukan pasien Covid-19 dan rujukan pasien dengan keluhan

Penulis: M Wawan Gunawan | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
RSUD Sambas pada sore hari kemarin mengeluarkan pengumuman bahwa mereka tidak lagi menerima rujukan pasien Covid-19 dan rujukan pasien dengan keluhan sesak nafas atau perlu terapi oksigen karena ketersediaan oksigen di RSUD Sambas habis. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Anggota DPRD Kabupaten Sambas, yang terdiri dari Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Sambas, Lerry Kurniawan Figo, Sekretaris Komisi 1 Bagus Setiadi, Yakob Pujana dari Komisi 3 dan Hendro anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Sambas, melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sambas untuk memantau ketersediaan oksigen dan Bor di RSUD Sambas.

Sebelumnya, RSUD Sambas pada sore hari kemarin mengeluarkan pengumuman bahwa mereka tidak lagi menerima rujukan pasien Covid-19 dan rujukan pasien dengan keluhan sesak nafas atau perlu terapi oksigen karena ketersediaan oksigen di RSUD Sambas habis.

Setibanya di RSUD Sambas, beberapa anggota DPRD yang terdiri dari beberapa fraksi itu lansung di sambut oleh Direktur RSUD Sambas, drg Gusmadi, MPH.

Direktur RSUD Sambas Berikan Penjelasan Tentang Pengumuman Tidak Menerima Rujukan Pasien COVID-19

Selain berbincang dengan Direktur RSUD Sambas, mereka juga mendengarkan masukan dari masyarakat yang datang ke RSUD Sambas untuk mendapatkan pelayanan medis.

Diungkapkan oleh Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Sambas, Lerry Kurniawan Figo mereka datang untuk mengkonfirmasi surat yang di keluarkan oleh RSUD Sambas sore kemarin.

"Kita datang untuk mendengarkan penjelasan dari pihak rumah sakit untuk pengumuman yang dibuat kemarin sore, meskipun tadi sudah dikeluarkan pengumuman terbaru jika sudah bisa menerima pasien lagi di RSUD Sambas," ujarnya, Kamis 22 Juli 2021.

Selain itu kata dia, mereka juga bertanya mengenai ketersediaan oksigen di RSUD Sambas. Menurutnya, dari beberapa informasi yang mereka terima jika kelangkaan oksigen itu sudah teratasi.

Namun demikian, kata dia saat di cek ketersediaannya di UGD RSUD Sambas ketersediaannya hanya tersisa dua tabung.

"Apakah betul informasi yang kami terima kalau sudah ada tambahan oksigen, karena tadi kami cek di UGD, oksigen hanya sisa dua tabung," tuturnya.

"Ini untuk kita cari solusi bersama, apalagi ini menyangkut pelayanan kesehatan kita kepada masyarakat," tutupnya. (*)

(Update Informasi Seputar Kabupaten Sambas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved