Breaking News:

DPRD Sambas Berharap Formasi Dokter Terpenuhi

Salah satu penyebab minimnya warga Sambas yang ingin menjadi dokter adalah mungkin karena biayanya yang fantastis.

Penulis: M Wawan Gunawan | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Wawan
Anggota DPRD Kabupaten Sambas Bagus Setiadi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Anggota DPRD kabupaten Sambas dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Bagus Setiadi berharap agar formasi untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Sambas khususnya di formasi Dokter umum, Dokter spesialis dan beberapa formasi lainnya di bidang kesehatan bisa terpenuhi oleh pelamar.

Kata dia, sangat disayangkan jika sudah dibuka peluang oleh pemerintah daerah tapi tidak dimaksimalkan.

"Harapan kita semua formasi itu terpenuhi pelamar, jangan ada yang kosong. Kita menilai semua formasi ini penting untuk meningkatkan pelayanan publik di Kabupaten Sambas, termasuk dokter," ujarnya, Rabu 21 Juli 2021.

Kata Bagus, saat ini bidang kesehatan memang sangat diperlukan. Lebih lagi ditengah Pandemi Covid-19, karenanya dia berharap formasi itu bisa diisi oleh pelamar.

BKPSDMAD Sambas Sebut Pelamar CPNS 2021 Formasi Kesehatan dan Dokter Spesialis Minim Peminat

"Ditengah Pandemi tenaga kesehatan ini sangat penting, bukan hanya di rumah sakit tapi juga di Puskesmas-puskesmas kita," ungkapnya.

Bagus mensinyalir, salah satu penyebab minimnya peminat di formasi CPNS kedokteran ini adalah karena minimnya warga Sambas yang menuntut ilmu di bidang kesehatan.

Salah satu penyebab minimnya warga Sambas yang ingin menjadi dokter adalah mungkin karena biayanya yang fantastis.

"Untuk itu kita dorong ini Pemda, beri beasiswa kepada masyarakat kita, biar mereka jadi dokter umum, dokter spesialis, dokter mata, dokter anestesi, dokter gigi dan dokter-dokter lainnya. Agar apa, agar nanti kita tidak hanya berharap pada orang di luar Sambas untuk mengabdi di Sambas ini," tegasnya.

"Kalau ada beasiswa, saya yakin anak-anak kita di daerah ini juga mampu bersaing secara akademik. Karena keterbatasan kita adalah masalah pembiayaan yang sangat mahal untuk kuliah dokter itu," tutupnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sambas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved