Breaking News:

Petani Dusun Sidorejo Harap, Pemkab Kayong Utara Kontrol Pengelolaan Saluran Irigasi DAM di Begasing

Hal ini dipicu oleh ratusan hektar sawah petani Dusun Sidorejo, Desa Sedahan Jaya, terendam banjir beberapa hari yang lalu, sehingga mengakibatkan par

Penulis: Jovi Lasta | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Areal Persawahan petani di Dusun Sidorejo, Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat terlihat rusak akibat banjir yang merendam areal tersebut beberapa hari yang lalu. Rabu 21 Juli 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Petani di Dusun Sidorejo, Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat berharap Pemerintah Daerah memperhatikan penuh Pengelolaan Saluran Irigasi DAM di Begasing, Rabu 21 Juli 2021.

Hal ini dipicu oleh ratusan hektar sawah petani Dusun Sidorejo, Desa Sedahan Jaya, terendam banjir beberapa hari yang lalu, sehingga mengakibatkan para petani gagal panen.

Ketinggian air yang telah menggenangi persawahan warga cukup tinggi, dan diperkirakan luasan sawah hingga ratusan hektar lahan yang terendam oleh banjir kemarin.

Satu diantara Kelompok Tani di Dusun Sidorejo Jupri menyampaikan, bahwa para petani mengalami kerugian akibat lahan sawah yang telah terendam banjir.

Banjir di Dusun Pelerang Kayong Utara Rendam Kawasan Pertanian Warga

"Mata pencarian utama kami disini (Dusun Sidorejo) bertani, untuk modal kami berhutang. Kemudian, diganti pada saat panen, namun gagal panen gini kami harus kembali berhutang," ujarnya.

Anggota di Kelompok Tani di Dusun Sidorejo mengungkapkan, keluhan atas pengelolaan saluran irigasi di Dusun Begasing.

"kalau makan kita bisa cari pelan-pelan. Kita hanya ingin kepada Pemda kayong utara adanya pengontrolan terhadap pengelolaan saluran irigasi DAM di Begasing," harap Jupri.

Pemerintah Daerah Kayong Utara diharapakan saat ini, dapat mengontrol serta memperhatikan pengelolaan saluran irigasi tersebut, sehingga apabila terjadi banjir dikemudian hari dapat segera teratasi.

"Karena tidak ada pengontrolan dan disaat hujan lebat, malah dibuka itulah akibat banjirnya sawah kami, yang seharusnya lewat mercu-nya, malah pintu klep dibuka, kalau begini kami tidak bisa bertani," pungkasnya. (*)

(Update Informasi Seputar Kabupaten Kayong Utara)
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved