Breaking News:

Pentingnya Mengganti Tanah dalam Pot, Mengapa?

Ciri lainnya Anda harus mengganti tanah adalah ketika tanaman tidak tumbuh dengan baik dan mulai terlihat agak kekuningan, kemudian jika tanah menjadi

Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Maudy Asri Gita Utami
(SHUTTERSTOCK/ISA LONG)
Hal yang harus diperhatikan, jangan pernah menggunakan tanah kebun untuk tanaman di dalam pot, sebab tanah ini mengandung tanah liat atau pasir, yang tidak akan membiarkan tanaman bernapas cukup atau mendapatkan cukup oksigen ke akar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Matahari yang cukup sangat dibutuhkan dalam proses perkembangbiakan tanaman.

Jika Anda ingin tanaman hias Anda berkembang, mereka harus berada di lingkungan yang kaya nutrisi di mana mereka akan mendapatkan cukup air, matahari, dan udara.

Namun, dilansir dari Martha Stewart, Rabu 21 Juli 2021 seiring waktu, tanaman menggunakan banyak nutrisi dan bahan organik tanah mereka, kata Jeana Myers, agen penyuluh hortikultura Negara Bagian North Carolina, AS.

Tanah menjadi terkuras dan keras dan tidak akan menahan air atau nutrisi juga. Agar tanaman dalam pot tetap sehat, Anda harus merepotingnya dengan tanah segar.

Akan tetapi, seberapa sering Anda harus mengganti tanah mereka? Berikut penjelasannya.

[Update Informasi Lainnya Disini]

Ini Tanaman Herbal Penjaga Daya Tahan Tubuh

Seberapa sering mengganti tanah?

"Seberapa sering Anda harus mengganti tanah tanaman di dalam pot, itu sangat tergantung pada tanamannya," kata Myers.

Tanaman hias yang tumbuh lebih cepat seperti pothos dan violet Afrika akan mendapat manfaat dari repotting tahunan dengan diganti tanah segar.

Sedangkan tanaman yang tumbuh lebih lambat seperti kaktus dan sansevieria, atau lidah ibu mertua, dapat direpoting dua tahun sekali.

Tanaman Untuk Asam Lambung Mulai dari Jahe Hingga Kayu Manis, Ampuh Redakan Asam Lambung

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved