Vaksinasi Siswa Kelas XII di SMA N 9 Pontianak, 78 Orangtua Siswa Tak Izinkan Anaknya Divaksin

“Saya harap orangtua yang punya putra puteri kelas XII SMA/SMK untuk mendukung vaksinasi demi keselamatan anaknya,”harapnya.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Pelaksanaan vaksinasi terhadap siswa kelas XII SMA/SMK di Pontianak digelar di SMA Negeri 9 (SMAN 9) Pontianak, Kamis 8 Juli 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satgas Covid-19 Provinsi Kalimantan Barat telah memulai pelaksanaan vaksinasi terhadap siswa SMA/SMK Se-Kallbar dimulai dari kelas XII yang akan terus berlanjut.

Pada hari kedua pelaksanaan vaksinasi terhadap siswa kelas XII SMA/SMK di Pontianak digelar di SMA Negeri 9 (SMAN 9) Pontianak, Kamis 8 Juli 2021.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Sugeng mengatakan saat ini kasus Covid-19 terhadap anak di Indonesia sudah tinggi maka vaksinasi covid-19 terhadap anak harus dimulai.

Dikatakannya dengan adanya vaksin ini anak bisa memproteksi, walaupun tidak bisa sampai 100 persen setidaknya akibat yang ditimbulkan jika terpapar tidak akan fatal.

“Saya harap orangtua yang punya putra puteri kelas XII SMA/SMK untuk mendukung vaksinasi demi keselamatan anaknya,”harapnya.

Kedepan diharapkan partisipasi semakin baik. Pada hari ini, dikatakannya vaksinasi di SMA 9 N Pontianak terdapat 218 orang siswa, dimana sebanyak 78 siswa tidak ikut karena tidak mendapatkan persetujuan orangtua.

Sebanyak 13.650 Masyarakat di Kabupaten Bengkayang Telah Ikuti Giat Rangkaian Vaksinasi

“Kita menargetkan di Kota Pontianak seluruh siswa kelas XII di vaksin karena untuk persiapan PTM yang akan dimulai dari kelas XII. Jadi sesuai arahan anak dianjurkan divaksin,”ujarnya.

Dikatakannya terkait rencana PTM di Kalbar rencans pada Juli mendatang sambil melihat perkembangan kondisi daerah di Kalbar.

Ditempat yang sama, Kepala SMA N 6 Pontianak, Deden mengatakan informasi vaksinasi sudah diinfokan kepada orang tua sejak tiga hari lalu.

“Jadi kita sosialisasikan dengan menggunakan google form dan persetujuan orangtua bisa disampaikan juga, selain surat persetujuan bisa lewat google form,”jelasnya.

Hari ini dikatakannya ada sekitar 78 orang tua yang tidak mengizinkan anaknya vaksin.

Ia mengimbau jika memang siswa tersebut tidak mengikuti vaksinasi agar dapat datang ke sekolah untuk dilakukan skrining supaya tau apakah siswa tersebut bisa divaksin atau tidak, jika memang alasannya karena sakit.

“Jadi sekolah hanya fasilitasi untuk membantu. Dalam program PTM dimulai vaksin kelas XII. Berhap ikut tatap muka yang sudah vaksin yang belum ikut online.

Dari 78 orang tua siswa yang tidak mengizinkan anaknya vaksin bervariasi. Namun dari 80 persen karena alasan anaknya sakit.

“Jadi sakitnya terdiri dari sakit bawaan , sakit saat ini dan ada lagi haid walaupun tidak ada hubungannya. Tapi saya imbau yang sakit, bisa mencantumkan surat sakit supaya lebih terkontrol,”pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved