Olimpiade Tokyo
Badminton Olimpiade Tokyo tanpa Rival Marcus/Kevin! Pasangan No 1 Inggris Merasa Dizalimi Federasi
Pasangan Langridge/Ellis, satu di antara rival ganda putra nomor 1 dunia, Marcus/Kevin dipastikan tidak tampil di Olimpiade Tokyo 2020 (digelar 2021).
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pasangan Langridge/Ellis, satu di antara rival ganda putra nomor 1 dunia, Marcus/Kevin dipastikan tidak tampil di Olimpiade Tokyo 2020 (digelar 2021).
Ganda Putra Inggris, Chris Langridge pun membeberkan perlakukan kurang baik yang diterimanya dari Federasi Bulu Tangkis Inggris (Badminton England).
Badminton England diketahui telah mengirim 7 wakil untuk Olimpiade Tokyo 2020.
Uniknya, dari ketujuh wakil yang dikirim tidak ada nama ganda putra nomor 1 mereka, Chris Langridge/Marcus Ellis.
Padahal, secara posisi di ranking dunia saat ini Langridge/Ellis merupakan satu-satunya ganda putra yang lolos secara resmi di Race to Tokyo.
• SOSOK Markis Kido Peraih Medali Emas Olimpiade Beijing Meninggal Dunia saat Main Badminton
Tak cuma itu, mereka juga adalah ganda putra Eropa dengan ranking paling tinggi saat ini di dunia karena ranking 1-10 dihuni oleh wakil negara Asia.
Sayangnya, Langridge/Ellis harus mengubur mimpinya tampil di kompetisi empat tahunan itu karena Badminton England lebih memilih mengirim pasangan muda Ben Lane/Sean Vendy ke Olimpiade Tokyo 2020.
Merasa kecewa, Langridge pun membeberkan borok Badminton England di akun Instgram pribadinya.
"Pada 7 Juni 2021 adalah hari dimana saya menghetahui saya tidak terpilih untuk Olimpiade. saya menggunakan kata tidak terpilih karena saya dan Marcus Ellis adalah satu-satunya pasangan dari tim Inggris yang terkualifikasi untuk Olimpiade di sektor ganda putra," tulis Langridge dalam foto unggahan Instagramnya.
Langridge juga menjelaskan jika dia merasa jantungnya berhenti setelah menerima email terkait tidak terpilihnya mereka berangkat ke Olimpiade.
"Ketika saya menerima email yang membatalkan pemilihan kami dari Olimpiade, Seketika saya merasa jantung saya berhenti," tulis Langridge di tulisannya soal seleksi Olimpiade.
Selain mengungkap ketidakdilan terkait skuad yang berangkat ke Olimpiade Tokyo, Langridge juga membeberkan perlakuan diskriminatif yang dirasakannya.
Peraih medali perunggu Olimpiade Rio 2016 itu mengaku tidak didanai penuh oleh pelatnasnya karena dianggap atlet yang sudah berumur.
"Memenangkan perunggu di Olimpiade Rio adalah puncak karier saya dengan status sebagai atlet yang tidak didanai penuh (oleh pelatnas) adalah pencapaian besar,” ungkap Langridge.
"Namun kini saya diberitahu pada saat itu bahwa saya terlalu tua untuk menjadi atlet yang didanai penuh,” lanjutnya.
• JEPANG Vs Korea Selatan Bersitegang, Peta di Situs Olimpiade Tokyo Jadi Biang Kerok | Boikot Bergema
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/marcus-fernaldi-gideon-dan-kevin-sanjaya-sukamuljo-1.jpg)