Breaking News:

Yuliani Ungkap Penyebab Singkawang Masuk Zona Merah Covid-19

Terdapat sejumlah indikator, diantaranya tingginya positif rate Covid-19 di Kota Singkawang, hari ini saja total terkonfirmasi sudah berjumlah 1.381 k

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/RIZKI KURNIA
Seorang petugas kesehatan di RSUD Abdul Aziz tengah bekerja di ruang IGD dimana sejumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dirawat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Pada Selasa 6 Juli 2021, Kota Singkawang dinyatakan berada pada zona merah wilayah penyebaran Covid-19.

Meningkatnya status zona wilayah penyebaran Covid-19 di Kota Singkawang ini dinilai dari sejumlah indikator.

Berdasarkan keterangan Plt Kepal Dinas Kesehatan dan KB Kota Singkawang, Rindar Prihartono melalui Kepala Bidang P2, dr Yuliani saat diwawancarai wartawan.

Terdapat sejumlah indikator, diantaranya tingginya positif rate Covid-19 di Kota Singkawang, hari ini saja total terkonfirmasi sudah berjumlah 1.381 kasus.

Alasan Singkawang Masuk Zona Merah COVID-19, 15 Indikator Penilaian Ada di Kota Singkawang 

Kemudian, penuhnya ruang isolasi pasien Covid-19 di seluruh Rumah Sakit di Kota Singkawang. Terdapat tiga rumah sakit yang menyediakan ruang isolasi Covid-19, diantatanya RSUD Abdul Aziz, RSU Santu Vincentius, dan Rumah Sakit Harapan Bersama (RSHB).

"Tempat tidur (TT) Ruang Isolasi 100 persen penuh di seluruh Rumah Sakit di Kota Singkawang," kata dr Yuli kepada wartawan, Selasa 6 Juli 2021.

Selain itu, tingginya angka kematian akibat Covid-19 juga menjadi salah satu indikator penilaian zona penyebaran Covid-19 di Kota Singkawang.

Saat ini, terhitung 110 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia.

"Angka kematian (akibat Covid-19) lebih dari lima persen, dari jumlah pasien Covid-19 yang dirawat," tukasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Singkawang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved