Tenaga Pengajar SMPN 2 Mempawah Hilir Harap Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
Dikatakannya walaupun nantinya tatap muka terbatas, namu para guru bisa berinteraksi langsung dengan para siswanya.
Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Waka Kurikulum SMPN 2 Mempawah Hilir, Eni Anggriani berharap untuk pembelajaran tahun ajaran baru 2020/2021 bisa dilakukan secara tatap muka terbatas.
"Kami sebagai tenaga pendidik mengharapkan kepada pemerintah daerah pada umumnya, dan dinas pendidikan pada khususnya untuk mengkaji ulang usulan terkait pembelajaran tatap muka terbatas," harapnya kepada Tribun, Jumat 2 Juli 2021.
Dimana kata Eni proses pembelajaran tatap muka terbatas juga dilaksanakan dengan waktu yang singkat.
"Untuk pembelajaran tatap muka terbatas, waktunya kan cuma dari jam 8-12 siang saja. Itu yang kita harapkan dan kita pinta," katanya.
Dikatakannya walaupun nantinya tatap muka terbatas, namu para guru bisa berinteraksi langsung dengan para siswanya.
• Kadisdikporapar Mempawah Sebut Pembelajaran Tahun Ajaran Baru Dilakukan Secara Daring dan Luring
"Kemudian kita bisa menjelaskan materi dengan secara langsung, dan membantu kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa," terangnya.
Dirinya juga mengatakan, dalam pembelajaran daring banyak kendala yang dihadapi.
"Kalau secara daring banyak kendala. Yang paling susah yaitu anak-anak kebanyakan tidak benar-benar untuk belajar. Mereka hanya menggunakan kuota yang diberikan sekolah atau dibelikan orangtuanya digunakan hanya untuk bermain game, bukan untuk belajar," katanya.
Setelah itu kata Eni para siswa juga malas belajar saat dilakukan pembelajaran secara daring.
"Memang banyak juga keluhan dari siswa yang mulai bosan sekolah secara online. Mereka maunya sekolah tatap muka, bisa bertemu teman, guru, dan bisa berinteraksi seperti biasanya," katanya.
Kemudian kata Eni, banyak juga siswa yang lalai akan tugas yang diberikan guru. Karena siswa memanfaatkan sekolah daring dengan bekerja.
"Tidak sedikit para siswa juga saat sekolah online ini sambilan bekerja. Entah itu sebagai pengantar air galon, di tempat pencucian motor. Jadi kita sebagai guru merasa kasihan kepada siswa kita yang masih diusianya belajar malah malas untuk belajar," ungkapnya. (*)
(Simak berita terbaru dari Mempawah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/waka-kurikulum-smpn-2-mempawah-hilir-eni-anggriani-53.jpg)