Apa itu Covid Lambda ? WHO Klasifikasi Covid Lambda sebagai Variant of Interest Sejak 14 Juni 2021
Varian Lambda telah masuk ke dalam daftar mutasi virus corona yang mendapat perhatian khusus atau variant of interest dari Badan Kesehatan Dunia (WHO)
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Jimmi Abraham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Dengan penyebaran masifnya terjadi di Argentina, Brasil, Kolombia, Ekuador, dan Meksiko, sekitar 82 persen dari kasus baru di sana teridentifikasi sebagai varian Lambda.
Pertama kali ditemukan di Peru, Agustus tahun lalu, sejauh ini varian dengan kode C37 tersebut sudah terdeteksi di 29 negara, yang mana tujuh di antaranya ada di Amerika Latin.
Sementara itu, varian Lambda di Chili dapat ditemukan pada satu dari tiga kasus Covid-19 yang telah terkonfirmasi.
Varian Lambda telah masuk ke dalam daftar mutasi virus corona yang mendapat perhatian khusus atau variant of interest dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).
(Update berita nasional lainnya disini)
• Daftar 10 Provinsi dengan Angka Kematian Covid-19 Tertinggi di Indonesia Hingga Senin 28 Juni 2021
"Sejauh ini kami tidak melihat indikasi bahwa varian lambda lebih agresif," kata ahli virologi WHO, Jairo Mendez-Rico, dilaporkan DW.
"Ada kemungkinan bahwa itu menunjukkan tingkat infeksi yang lebih tinggi, tetapi kami belum memiliki cukup data yang dapat diandalkan untuk membandingkannya dengan varian Gamma atau Delta."
Sehingga, WHO belum bisa menggolongkan varian Lambda sebagai variant of concern, seperti varian Alpha, Beta, Delta, maupun Gamma.
Masih perlu dilakukan pemantuan terhadap perkembangan varian Lambda, apakah terbukti memiliki penularan yang lebih cepat hingga sulit diobati dan menyebabkan gejala lebih berat atau tidak.
"Meskipun mungkin, saat ini tidak ada indikasi bahwa varian (Lambda) lebih berbahaya dan menyebabkan peningkatan kematian," ungkap Mendez-Rico.
Di samping itu, para ilmuwan pun memprediksi bahwa akhir dari pandemi Covid-19 akan terjadi saat setidaknya 80 persen populasi suatu negara sudah divaksinasi.
Namun, mutasi virus corona seperti varian Lambda diyakini oleh ahli, bisa terus bermunculan sebelum akhirnya herd immunity tercapai.
Para Ahli juga menekankan, kunci untuk memerangi pandemi adalah vaksinasi secepat mungkin, terutama dengan vaksin yang telah terbukti melawan beragam varian baru Covid-19.
"Semua vaksin yang telah kami setujui di seluruh dunia umumnya efektif melawan varian virus Corona yang beredar, dan tidak ada alasan untuk mencurigai mereka (vaksin Covid-19) kurang efektif terhadap Lambda," tandas Mendez-Rico.

• Cara Isolasi Mandiri di Rumah bagi Penderita Covid 19
VOI Sejak 14 Juni 2021
WHO mengklasifikasikan varian Lambda sebagai Variant of Interest atau VOI pada Senin 14 Juni 2021.
VOI artinya varian virus corona yang mendapat perhatian dari WHO, meski sejauh ini belum dianggap mengkhawatirkan.
WHO mengklasifikasikan varian Lambda sebagai VOI karena varian itu diduga mampu menghindari antibodi penetral virus yang dihasilkan oleh vaksin Covid-19.
WHO juga menilai bahwa varian Lambda punya suatu mutasi tertentu yang bisa meningkatkan potensi penularan terhadap manusia maupun memperkuat kekebalan varian virus ini terhadap vaksin Covid-19.
Akan tetapi, hal itu masih sebatas dugaan dan belum terbukti dapat menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat.
Sampai sekarang, tercatat ada tujuh varian virus corona yang tergolong sebagai VOI, termasuk varian Lambda itu sendiri.
Ketujuhnya yakni Epsilon (B.1.427), Zeta (P.2), Eta (B.1.525), Theta (P.3), Iota (B.1.526), Kappa (B.1.617.1), dan Lambda (C.37).
Varian Epsilon ditemukan di Amerika Serikat (AS) pada 2020, Zeta ditemukan di Brazil pada 2020, dan Eta ditemukan di beberapa negara seperti Denmark dan Belanda pada 2020.
Varian Theta ditemukan di Filipina pada 2021, Iota ditemukan di AS pada 2020, dan Kappa ditemukan di Brazil pada Oktober 2020.
Terakhir, varian Lambda, seperti yang tadi sudah disebutkan, ditemukan di Peru pada Agustus 2020.
Selain itu, WHO juga mengungkapkan bahwa perlu riset lebih lanjut tentang dugaan kemampuan varian Lambda dalam menghindari efektivitas vaksin Covid-19.
Kalau riset kemudian menemukan bahwa varian Lambda ternyata berbahaya, maka WHO akan mengklasifikasikannya sebagai golongan virus Variant of Concern (VOC).
VOC adalah varian virus Corona yang berpotensi menjadi ancaman besar terhadap kesehatan masyarakat karena terbukti menyebar cepat dan menginfeksi banyak orang.
Sejauh ini, ada empat varian virus Corona yang termasuk dalam VOC, yakni varian Alpha (B.1.1.7), Beta (B.1.351), Gamma (P.1), dan Delta (B.1.617.2).
Varian Alpha ditemukan di Inggris pada September 2020 dan Beta ditemukan di Afrika Selatan pada Mei 2020.
Lalu, Gamma ditemukan di Brazil pada November 2020 sementara Delta ditemukan di India pada Oktober 2020.
Keempat varian virus corona yang termasuk VOC ini terbukti menyebar dengan cepat ke berbagai negara dan menjangkiti banyak orang.
(*)