Breaking News:

Ignatius, Mantan Pelatih Fisik PSSI Kalbar Kembali ke Pangkuan Ilahi

Ignatius, mantan pelatih fisik PSSI Kalimantan Barat meninggal dunia. Beliau pergi untuk selamanya dari hiruk pikuk dunia.

Penulis: Stefanus Akim | Editor: Stefanus Akim
IST
MELAYAT - Igantius (ditandai) saat melayat Ketua KONI Kalbar alm Yacob Sudarso SPd, belum lama ini. 

CITIZEN REPORTER
Oleh: Cyprianus SPd | Bidang Pertandingan Asprov PSSI Kalbar dan Guru SMA St Paulus Pontianak

INSAN sepakbola Kalimantan barat kehilangan sosok yang sangat teguh dan disiplin dalam mendidik pemain. Kabar duka diterima Sabtu pagi, 26 Juni 2021, Bapak Ignatius, mantan pelatih fisik PSSI Kalimantan Barat meninggal dunia. Beliau pergi untuk selamanya dari hiruk pikuk dunia, khususnya sepak bola.

Beberapa waktu lalu, Pak Ignatius baru saja mengantarkan anak didiknya yang dilatih mulai dari nol sampai menjadi pemain gelandang handal PSSI Kalimantan Barat yaitu alm Yacob Sudarso SPd ke peristiraharan terakhir. Yacob Sudarso Spd juga sebagai Ketua KONI Kabupaten Kubu Rayat terlebih dahulu mendahului kita.

Tangan dingin Pak Ignatius dengan disiplin, banyak menghasilkan pemain yang diandalkan khusus untuk PSSI Kalimantan Barat. Hal ini ini tidak terlepas pula dari profesi beliau sebagai pendidik, pada SMA Santo Paulus Pontianak maupun SMKN 1 Pontianak.

Ignatius, mantan pelatih fisik PSSI, semasa hidupnya.
Ignatius, mantan pelatih fisik PSSI, semasa hidupnya. (IST)

Era tahun 80 dan 90-an insan sepakbola Kalimantan Barat tidak asing dengan beliau. Selain melatih untuk tim PSSI Kalimantan Barat, beliau juga sangat berperan dalam pembinaan sepakbola pelajar pada saat itu dalam wadah pertandingan tingkat pelajar atau Pekan Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (POPSI).

Di situlah kiprah beliau sangat menonjol. Pelajar Kalimantan Barat yang bertanding selalu ada yang terjaring dalam pemusatan latihan pelajar baik di Ragunan Jakarta, Solo, maupun Palembang, untuk saat ini dikenal dengan PPLP.

Spesialisasi beliau adalah pelatih fisik pemain. Namun juga handal dalam meracik strategi dan membaca irama permainan.

Selain melatih fisik untuk tim PSSI Kalimantan Barat, kiprah beliau untuk klub sangat tinggi dedikasinya khusus METRA 83, yang saat itu masih tergabung dalam tim perserikatan Persipon dan berubah menjadi Asosiasi PSSI Kota Pontianak.

Saat kompetisi perserikatan, almarhum juga terlibat langsung dalam menangani kesebelasan Persipon. Dalam usia yang 75 tahun beliau pergi untuk selamanya dengan meninggalkan kenangan yang sulit untuk dilupakan.

Selain sebagai pelatih almarhum juga sebagai orang tua yang sangat mengayomi dari setiap pemain yang pernah merasakan didikannya. Latihan yang diberikan beliau yang selalu pasti diingat oleh anak didiknya sekalipun sudah lelah beliau selalu memberi porsi latihan dengan kalimat yang terakhir.

Dan setelah kita melahap menu latihan dari beliau ada lagi kata yang selalu kami kenang jika bertemu satu kali lagi dengan senyum beliau dan kumis cukup tebal saat itu.

Untuk itu sebagai anak didik yang langsung merasakan sentuhan tangan beliau kami sampaikan, “Selamat jalan bapak, guru, pelatih yang masih sangat kami perlukan namun Tuhan Sang Pencipta lebih menyayanginya. Beristirahatlah dengan tenang karya dan cita-cita bapak yang selalu mengharapkan pemain berprestasi namun harus tetap berakhlak dan mulia serta selalu menekankan kejujuran dan fair play.”

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved