Tak Terapkan Prokes, Pengakuan Kadiskes Kota Pontianak Sidiq Handanu Dinyatakan Positif Covid-19

Saya Kemarin akhir-akhir ini kurang menerapkan Prokes dengan baik, karena masuk zona merah tanpa menggunakan APD lengkap

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUN PONTIANAK/ YOUTUBE
Kepala Dinas Kesehatan Sidiq Handanu terkonfirmasi Covid-19 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat, Sidiq Handanu yang dinyatakan positif covid-19 bermula dari gejala demam dan pagal-pegal, Kamis 24 Juni 2021.

Selain itu, dari pengakuan Kadiskes Pontianak Sidiq Handanu, mengatakan bahwa dirinya terkonfirmasi positif covid-19 diyakini lantaran sempat tak menerapkan protokol kesehatan secara ketat atau tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat meninjau pasien Covid-19 di beberapa rumah sakit di Kota Pontianak beberapa waktu lalu.

"Saya Kemarin akhir-akhir ini kurang menerapkan Prokes dengan baik, karena masuk zona merah tanpa menggunakan APD lengkap. Pernah masuk rumah sakit tanpa APD lengkap waktu meninjau beberapa rumah sakit saat meninjau ruangan pasien covid-19 tidak memakai APD lengkap. Disitulah saya meyakini penyebab terpapar covid-19," ungkapnya, Kamis 24 Juni 2021.

"Pakai sarung tangan dan masker, tapi tidak pelindung mata dan hazmat. Sehingga membuktikan bahwa kalau kita lengah tidak menerapkan prokes bisa terkena virus," tambah Handanu.

Positif Covid-19, Kadiskes Pontianak Sidiq Handanu Jalani Karantina di Rumah Sakit Kota Pontianak

Setelah dinyatakan positif covid-19 dan hasil Swab Test PCR nya menunjukkan CT nya rendah yakni 12,6 yang menunjukkan bahwa kandungan virus tinggi.

Handanu memilih isolasi di rumah sakit Kota agar tidak menularkan kepada orang lain.

Namun dikatakakannya lantaran kondisinya sudah sehat, maka akan segera melakukan isolasi mandiri.

Selama isolasi, Handanu terus berupaya untuk melawan virus Corona yang menyerangnya tubuhnya.

"Virus ini bisa dilawan dengan daya tubuh yang sehat atau imunitas tubuh, dengan makanan yang sehat, vitamin dan seterusnya," ujarnya.

Selain upaya tersebut untuk mencegah penyebaran covid-19, ia menerangkan yang tak kalah penting adalah peran vaksinasi sangat besar.

Dirinya yang sudah berusia 56 tahun mengakui sudah menerima suntikan imunisasi Vaksin pada 8 Januari 2021 lalu.

Ia mengaku dirinya memiliki hipertensi ringan, namun selama tiga hari ini mengalami gejala demam dan pegal-pegal, ia bersyukur pada hari ketiga ini sudah sehat.

Ia pun berharap agar kondisi kesehatannya terus membaik sehingga bisa beraktivitas seperti sediakala.

"Saya pikir ini suatu perlindungan juga dari Tuhan Yang Maha Kuasa melalaui imunisasi vaksin. Walaupun terpapar, tapi bisa mengurangi tingkat keterpaparan covid-19. Kalau misalnya tidak dapat menerima vaksin, saya memiliki keyakinan pasti akan parah gejala yang dialami," ungkapnya.

Upaya lain yang ia lakukan selama dinyatakan positif covid-19 ialah tetap membatasi aktivitas agar tidak menularkan virus kepada orang lain dan tetap berpikir tenang.

"Berpikir happy saja. Karena pada saat demam atau serangan yang akud bukan hanya fisik tapi pikiran terbawa kemana-mana, mimpi juga kemana-mana, tapi Alhamdulillah sudah teratasi dan tidak jadi masalah," pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved