Breaking News:

PPKM Mikro di Pontianak, Dewan Kalbar: Percuma Dibatasi Jam Operasional Jika Tetap Berkerumun

Namun demikian, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Kalbar ini mengatakan tentu setiap kebijakan perlu evaluasi.

TRIBUNPONTIANAK/RIDHO PANJI PRADANA
Anggota DPRD Provinsi Kalbar dapil Kota Pontianak, Michael Yan Sri Widodo. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota DPRD Provinsi Kalbar dapil Kota Pontianak, Michael Yan Sri Widodo menilai pelaksanaan program untuk menekan penyebaran covid 19 di Pontianak dan Kalbar pada umumnya jika tidak dukungan semua pihak maka akan percuma.

"Intinya PPKM Mikro, PSBB atau apapun namanya, semua ini harus kerjasama semua pihak, baik itu dari pemerintah sendiri, satgasnya, maupun masyarakat. Jadi apapun sistemnya, selama tidak ada disiplin dan penerapan yang ketat bisa saja tidak terkendali," katanya, Rabu 23 Juni 2021.

Namun demikian, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Kalbar ini mengatakan tentu setiap kebijakan perlu evaluasi.

"Soal evaluasi tentu kita harus lihat perkembangannya, sampai saat ini semua masih bisa terjadi. Disaat kita kumpul ketemu orang lain, kita tidak tahu siapa yang menularkan, kita tidak tahu siapa yang positif siapa yang negatif, karena nyatanya ketika ketemu seseorang kita tidak tahu apakah dia positif atau tidak, begitu juga kita tidak tahu kita sudah sebelumnya sudah terpapar atau tidak," tuturnya.

Gubernur Sutarmidji Sebut Masih Ada Daerah di Kalbar yang Lemah Dalam Penerapan PPKM Mikro

"Tracingnya, testingnya harus selalu dilakukan, jika tidak maka akan ketemu Orang Tanpa Gejala (OTG) yang jadi pembawa virus," timpal dia.

Menurutnya, apapun yang dilakukan semua ada konsekuensi, baik akibat baik maupun tidak baik seperti dua sisi mata uang, tinggal dilihat mau dari sisi positif atau negatifnya.

"Saran saya harus disiplin, penindakan harus tegas, misalnya masalah jam pembatasan operasional sudah baik, tapi lebih baik lagi dibatasi juga kerumunannya, ataupun dikegiatannya. Karena percuma saja jika kegiatannya dibatasi tapi kerumunannya atau aktivitasnya ramai," ujarnya.

"Sekarang kita PPKM dibatasi jam operasional, tapi tempatnya penuh sesak juga salah, kapasitas dan jarak harus dijaga. Kita sebagai masyarakat harus menjaga-jaga, kita tidak tahu, siapa positif dan negatif, masing-masing harus berjaga dan menjaga," tutupnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved