Breaking News:

Jembatan Gantung Madong Raya Tak Laik, Polisi Sarankan Agar Ditutup Sementara Sampai Ada Perbaikan

Kapolres Melawi, AKBP Sigit Elyanto Nurharjanto melalui Paur Humas Bripka Arbain mengatakan Jembatan gantung di Dusun Jaya Karya, Desa Madong Raya di

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Dua warga Desa Mandong Raya, Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, terperosok dan tercebur ke dalam sungai pinoh, akibat lantai papan kayu jembatan gantung patah. Ferel, seorang anak berusia 4 tahun berhasil diselamatkan. Sementara Amispon, 61 masih dalam pencarian. Hingga saat ini, warga dan sejumlah anggota Polsek Kota Baru, jajaran Polres Melawi, masih melakukan pencarian. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Lantai papan jembatan gantung Madong Raya, menelan korban jiwa. Dua orang terprosok dan tercebur ke sungai akibat lantai papan yang rapuh patah saat diinjak. Anak berusia 4 selamat, sementara satu orang lagi masih dalam pencarian.

Kapolres Melawi, AKBP Sigit Elyanto Nurharjanto melalui Paur Humas Bripka Arbain mengatakan Jembatan gantung di Dusun Jaya Karya, Desa Madong Raya di pergunakan warga untuk akses jalan pengguna kendaraan roda dua dan pejalan kaki setiap harinya.

Jembatan gantung tersebut, menghubungkan akses jalan dari Desa Bata Luar-Desa Bukit Raya- Desa Durian Jaya- Desa Togan Baru dan Desa Ganjang.

BREAKING NEWS - Papan Jembatan Gantung di Melawi Patah, Lansia Terperosok dan Hilang di Sungai

"Kondisi jembatan gantung di Desa Madong Raya sudah mulai rusak, sudah rawan penggunaanya dan atau sudah tidak laik dipergunakan," ujar Arbain kepada Tribun Pontianak, Minggu 20 Juni 2021.

Menurut Arbain, anggota Polsek Kota Baru, sudah melakukan koordinasi denga Kades Madong Raya untuk menutup sementara akses jembatan gantung sampai ada perbaikan.

"Saat ini, anggota Polsek Kota Baru bersama warga masih melakukan pencarian terhadap korban yang jatuh dan tenggelam. Sore ini tin SAR datang. Dugaan sementara, lantai papan jembatan patah, karena tulang jembatan cuma satu, jadi kurang kokoh," ujar Arbain. (*)

(Update Informasi Seputar Kabupaten Melawi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved