Breaking News:

Covid-19 Sudah Menyasar Kemana-mana Menjadi Alasan Diberlakukan PPKM Secara Ketat

Hingga saat ini sudah banyak warga di Kota Pontianak yang dinyatakan positif covid-19, dan termasuk pejabat tertinggi di Kota Pontianak yakni Wali Kot

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dalam situasi dan kondisi saat ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu menyampaikan, bahwa siapa saja bisa terpapar oleh virus Covid-19.

Hal tersebut, lantaran tingkat penyebaran covid-19 sudah menyasar kemana-mana.

"Dan kita juga tidak bisa mendeteksi siapa yang terkena dan siapa tidak terkena, karena kan banyak yang OTG," ungkapnya.

Hingga saat ini sudah banyak warga di Kota Pontianak yang dinyatakan positif covid-19, dan termasuk pejabat tertinggi di Kota Pontianak yakni Wali Kota Pontianak.

Untuk itu, Handanu mengantakan, bahwa salah satu upaya yang dilakukan adalah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro secara ketat selama 14 hari yang dimulai pada Senin 14 Juni 2021 hingga 27 Juni 2021.

Pada penerapan PPKM ini, Handanu menjelaskan, bahwa lebih menekankan atau pengetatan terhadap kedisiplinan Penerapan Protokol Kesehatan yakni 5M.

Kadiskes Handanu Sebut Pihaknya Pantau Terus Kesehatan Wali Kota Pontianak

"Kita melakukan pemberlakuan PPKM selama 14 hari tujuannya adalah untuk menurunkan transmisi virus pengeluaran virus di masyarakat. Sehingga dengan menurunkan transmisi virus. Maka jumlah yang terkonfirmasi atau yang terjangkit itu akan turun, selanjutnya adalah tingkat yang harus masuk ke rumah sakit menjadi turun sehingga beban rumah sakit akan menjadi turun," ungkapnya.

Kemudian, untuk pelaksanakan swab test, Handanu menerangkan bahwa pihaknya terus melakukan tracing atau pemeriksaan dengan target sampel setiap minggu kurang lebih 600 sampel.

Namun, jika memang ditemukan kerumunan, bisa saja akan dilakukan testing.

"Pada PPKM ini, bisa saja kita lakukan testing kepada kelompok-kelompok kerumunan yang tidak mentaati aturan, dalam rangka testing untuk mengetahui ketertularan di komunitas tertentu," ujarnya (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved