Peringati Hari Peh Cun / Bakcang, Warga Tionghoa Pontianak Mandi di Sungai Kapuas Untuk Tolak Bala

dirinya berdoa agar Pandemi Covid 19 yang melanda Dunia tak terkecuali Indonesia dapat segera berakhir sehingga masyarakat dapat hidup kembali normal.

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferryanto
tradisi Mandi Peh Cun / Bakcang yang dilakukan masyarakat Tionghoa kota Pontianak setiap tanggal 5 bulan 5 Penanggalan Tionghoa, Di Kota Pontianak, Senin 14 Juni 2021. Tribun Pontianak Ferryanto. 

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Memperingati hari Peh Cun atau Hari Bakcang, masyarakat Tionghoa, Kota Pontianak mandi bersama di Sungai Kapuas, Kota Pontianak, Senin 24 Mei 2021.

Tradisi Mandi Peh Cun ini dilaksanakan pada Siang tengah hari, dimulai pada pukul 10.00 hingga pukul 12.00 ketika matahari tepat berada di atas kepala.

Di Kota Pontianak, terdapat dua titik yang menjadi pusat warga melakukan tradisi Mandi ini, pertama di Wilayah Kelurahan Siantan Tengah, kecamatan Pontianak Utara, tepat di sebelah Penyebrangan Ferry.

Kedua, di Waterfront Pontianak, kecamatan Pontianak Kota, yang juga berada tepat di sebelah Penyebrangan Ferry.

Peringati Hari Bakcang, Ratusan Warga Tionghoa Pontianak Mandi Tolak Bala di Sungai Kapuas

Tidak hanya anak - anak. remaja, pria dewasa, serta lansiaa terjun ke Sungai Kapuas untuk mandi pada tradisi ini, bahkan ada diantara warga yang membawa ban dalam sebagai alat pelampung.

Selain itu ada pula yang menyewa perahu mesin untuk ke tengah sungai, lalu menceburkan diri ke air.

Suasana mandi tolak bala di Sungai Kapuas oleh masyarakat Tionghoa dalam rangka hari Bakcang, Kamis (25/6/2020).
Suasana mandi tolak bala di Sungai Kapuas oleh masyarakat Tionghoa dalam rangka hari Bakcang, Kamis (25/6/2020). (TRIBUNPONTIANAK/FERRYANTO)

Bukan hanya sekedar mandi, banyak pula warga yang dengan sengaja membawa jerigen tempat air untuk mengambil air sungai kapuas untuk dibawa pulang.

Selain itu, keseruan mandi inipun bertambah ketika warga saling bermain lempar air satu dengan yang lain.

Disisi Waterfront Pontianak Kota, puluhan petugas pemadam kebakaran swasta mengerahkan sejumlah mesin penyemprot nya untuk membuat air mancur, seperti hujan buatan, yang membuat tradisi mandi Peh Cun semakin semarak, walaupun matahari bersinar cukup terik di Kota Pontianak.

Diana, satu diantara warga Pontianak yang juga merupakan anggota Pemadam Kebakaran Mitra Jeruju menjelaskan bahwa Mandi Peh Cun setiap tahun di laksanakan pada tanggal 5 bulan ke 5 penanggalan masyarakat Tionghoa.

",Bagi masyarakat Tionghoa mandi bertujuan untuk mendapatkan berkat, berkah, untuk tolak bala,"ujarnya.

Tidak ada pantangan tersendiri pada saat tradisi mandi Peh Cun ini dilaksanakan, hanya saja bagi yang tidak berenang tidak disarankan untuk mandi ke tengah sungai Kapuas, karena berbahaya.

Tentang warga yang terlibat membawa jerigen air, j mengungkap bahwa tersebut bertujuan untuk membawa air sungai Kapuas kepada keluarga yang tidak sempat mandi di sungai, dipercaya air sungai pada hari ini sangatlah baik untuk menolak bala, serta memberi berkah bagi yang menggunakannya.

Pada kesempatan ini, dirinya berdoa agar Pandemi Covid 19 yang melanda Dunia tak terkecuali Indonesia dapat segera berakhir sehingga masyarakat dapat hidup kembali normal. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved