Breaking News:

Kenali Karakter Anak dan Cara Belajarnya

"Orang tua memang perlu, dan termasuk juga guru harus mengetahui perkembangan atau karakter pada anak. Agar tidak terjadi pemaksaan. Dan sesuai dengan

TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Penampilan Tari Dengkul "Gong Xi" oleh siswa siswi Sekolah Alam Terpadu Cerlang di Panggung Imlek dan Cap Go Meh 2020, Jalan Diponegoro, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (7/2/2020). Dian Lestari, Ketua PKBM Cerlang menyebutkan Tari Dengkul "Gong Xi" menceritakan tentang keriangan perayaan Imlek. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - "Mengenali Karakter Anak dan Pengaruhnya Terhadap Cara Belajar" merupakan tema yang dibahas dalam Tribun Pontianak Talk (TripTalk), 11 Juni 2021.

Dalam TripTalk yang berdurasi lebih kurang satu jam tersebut, Tribun mengundang Fasilitator PKBM Sekolah Alam Terpadu Cerlang, yakni Sri Wartati S.Pd M.Hum, untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan Karakter Anak dan Pengaruhnya Terhadap Cara Belajar.

Dalam tayangan live di Instagram Tribun Pontianak, Sri mengungkapkan jika penting halnya mengetahui karakter anak, jika ingin membantu anak untuk tumbuh kembang dan belajar dengan baik. Jika guru atau orang tua tidak mengetahui karakter anak, maka akan sangat mudah terjadi pemaksaan.

"Orang tua memang perlu, dan termasuk juga guru harus mengetahui perkembangan atau karakter pada anak. Agar tidak terjadi pemaksaan. Dan sesuai dengan tumbuh kembang anak. Jadi memang sangat penting. Kalau ingin melihat karakter, kita dapat melihat dari psikologis ataupun kognisinya," jelasnya.

ALFI Targetkan 1000 Insan Transportasi dan Logistik di Pontianak Ikut Vaksin Covid-19

Sepengalamannya di Cerlang, pemaksaan pada anak dapat menyebabkan trauma. Dan hampir setiap tahunnya, Cerlang menangani anak yang mengalami trauma.

"Jadi mereka tidak suka dengan berhitung, tidak suka membaca, tidak suka menulis dan tidak suka belajar akademik," ungkapnya prihatin.

Setiap anak memiliki cara belajarnya masing-masing, ada kelebihan kompetensinya masing-masing, dan ada bakatnya masing-masing. Seorang anak tidak mungkin hanya diam, karena mereka akan terus mengeksplorasi.

Oleh karena itu, ia berpesan kepada para orang tua untuk tidak membandingkan anaknya dengan anak orang lain, karena setiap anak memiliki bakat dan minat yang berbeda. Yang harus dilakukan oleh orang tua ataupun guru, adalah fokus pada anak, cermati apa kelebihan dan kekurangannya, apa faktor dominannya dan dibantu untuk mengembangkan faktor dominan tersebut menjadi optimal. Agar dia menjadi dirinya sendiri, dan bisa membantu dirinya sendiri. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Penulis: Rizki Fadriani
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved