Breaking News:

PKL di Kubu Raya Keluhkan Kebijakan Harus Tutup Pukul 9 Malam Saat Penerapan PPKM Mikro

"Karena kita bukanya mulai sore, ini kurang bijaksana gitu. Kalau kita disuruh tutup jam 9 itu terlalu cepatlah," ucap Dika saat ditemui.

TRIBUNPONTIANAK/MUZAMMILUL ABRORI
Dika (27) yang merupakan satu diantara pedagang bakso dikawasan pinggiran Jalan Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya kembali memberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro secara ketat, pada Kamis 10 Juni 2021.

Dimana pada penerapan PPKM mikro inipula, satu diantara kebijakannya yaitu membatasi jam operasional bagi pusat perbelanjaan/mall, retoran, cafe, warung kopi, serta tempat hiburan hingga pukul 21.00 Wib saja.

Tak ayal, kebijakan tersebut pastinya mendapatkan berbagai respon dari masyarakat. Seperti Dika (27) yang merupakan satu diantara pedagang bakso dikawasan pinggiran Jalan Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Menurutnya, kebijakan tersebut tidaklah bijaksana bagi pedagang malam seperti dirinya, yang berjualan mulai dari sore hari.

"Karena kita bukanya mulai sore, ini kurang bijaksana gitu. Kalau kita disuruh tutup jam 9 itu terlalu cepatlah," ucap Dika saat ditemui.

Wakil Ketua DPRD Kubu Raya Suharso Ajak Masyarakat Patuhi Pemberlakuan PPKM Mikro

"Apalagi kita makanan, dan seperti kursi meja saya rasa juga sudah kita geser-geser. Udah menerapkan lah, tidak terlalu rapat," sambungnya.

Dika pun mengaku merasa keberatan apabila kebijakan tersebut berlangsung terus menerus.

"Kalau bisa jam 11 lah untuk pedagang makanan seperti saya ini. Karena kita juga disinikan baru bisa buka mulai sore, menunggu usaha di ruko tutup, baru kita bisa buka. Beda kalo kita nyewa ruko, itu beda lagi," pungkasnya.

Ditambah pula, kata Dika pandemi Covid-19 sangat berimbas secara langsung kepada usahanya.

Bahkan selama pandemi mewabah, penjualannya pun menurun drastis hingga 50 persen.

"Lagiankan kalau penjual makanan, datang makan abis itu langsung pulang. Kecuali seperti warung kopi itu beda lagi," sampainya. (*)

(Simak berita terbaru dari Kubu Raya)

Penulis: Muzammilul Abrori
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved