Breaking News:

Perbaikan Indeks Desa Membangun di Sintang Minim Dukungan Perusahaan

Menurut Roni, untuk meningkatkan Indeks Desa Membangun (IDM) di Kabupaten Sintang, dibutuhkan peranan semua pihak, termasuk swasta dalam hal ini perus

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/AGUS PUJIANTO
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPDes) Kabupaten Sintang, Herkulanus Roni. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Meski berhasil mengentaskan status desa sangat tertinggal di tahun 2021, Pemkab Sintang masih banyak pekerjaan rumah untuk meningkatkan desa dari tertinggal menuju desa maju dan mandiri.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang, Herkulanus Roni mengatakan ada sejumlah hal yang dilakukan untuk memperbaiki Indeks Desa Membangun (IDM). Terbukti, kerja keras semua pihak, di tahun 2021 sudah tidak ada lagi desa berstatus sangat tertinggal. Padahal, pada tahun 2016, jumlahnya sangat banyak, mencapai 213 desa.

"Kami memaksimalkan semua potensi yang dimiliki desa. Kami juga melakukan pemetaan terhadap desa, hingga melakukan pendampingan terhadap desa agar APBDes tepat sasaran," kata Roni kepada Tribun Pontianak, Kamis 10 Juni 2021.

Menurut Roni, untuk meningkatkan Indeks Desa Membangun (IDM) di Kabupaten Sintang, dibutuhkan peranan semua pihak, termasuk swasta dalam hal ini perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Sintang. Sementara Roni melihat, andil perusahaan masih minim.

Kabar Baik! Tak Ada Lagi Status Desa Sangat Tertinggal di Kabupaten Sintang

"Sementara andil perusahaan masih sanggat minim dalam mendukung terciptanya desa yang berkembang, maju dan mandiri," ungkap Roni.

Roni menilai, ada banyak cara yang bisa dilakukan perusahaan untuk membantu pemerintah dalam hal mendukung terciptanya desa berkembang, maju dan mandiri, satu di antaranya melalui
Program pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kemasyarakatan.

"Contohnya, memberikan bantuan dan pembinaan pada kelompok masyarakat, misalnya, membentuk kelompok pengrerajin, kelompok tani ikan, karet, lada. Sesuai potensi dan kondisi desa dimana perusahaan berada. Kemudian membina sanggar tari, pembinaan terhadap masyarakat adat dengan pelestarian budaya dan kelompok ekonomi kratif di desa," beber Roni.

Wakil Bupati Sintang, Sudiyanto menegaskan dalam mewujudkan desa yang membangun di Kabupaten Sintang ini peran semua pihak sangat penting untuk dilibatkan seperti dunia usaha atau investasi perkebunan atau usaha lain yang ada di desa tersebut.

Disperindag Pastikan Tak Ada Aset Pemda Sintang yang Terbakar

“Kami mengharapkan keterlibatan semua komponen dalam terus mendorong perubahan di desa ini. Kita keroyokan dalam membina desa supaya maju dan mandiri. Desa-desa yang ada di sekitar beroperasinya perkebunan kelapa sawit seharusnya lebih maju. Kehadiran investasi perkebunan harus membawa dampak yang baik bagi masyarakat desa sehingga masyarakat juga mau menjaga investasi yang masuk ke desa mereka," kata Sudiyanto.

Sudiyanto melihat, program pemberdayaan di desa masih kecil. Khususnya di desa yang tidak di kawasan kebun kelapa sawit, dia berharap kedepan, agar anggaran alokasi dana desa lebih banyak untuk program pemberdayaan lewat BUMDes bukan untuk pembangunan fisik.

"Pembangunan fisik sebaiknya mulai dikurangi, karena selama ini sudah terlalu banyak fokus ke pembangunan fisik. Kalau ekonomi baik, perut masyarakat kenyang, maka pembangunan fisik akan dengan sendirinya akan semakin baik. Namun, perlu pendampingan banyak pihak untuk mewujudkan ini," jelas Sudiyanto. (*)

(Simak berita terbaru dari Sintang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved