Breaking News:

Miliki Potensi Devisa dari Berbagai Sektor, Sutarmidji Dukung Bank Kalbar Jadi Bank Devisa

"Sebagai mayoritas pemegang saham, saya sangat mendukung, apalagi kedepan itu dengan beroperasinya Pelabuhan Kijing, ditambah beroperasinya tiga PLBN

Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Gubernur Sutarmidji saat menjadi narasumber pada acara In - Depth Interview Bank Devisa, di Ruang Data Analityc Room Kantor Gubernur Kalbar, Rabu 9 Juni 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) bersama Bank Kalbar menggelar acara mengenai penyusunan studi kelayakan Bank Kalbar untuk menjadi Bank Devisa

Dalam melakukan studi kelayakan tersebut, LPPI menghadirkan Gubernur Kalbar, Sutarmidji sebagai narasumber untuk memaparkan seluruh potensi yang ada di Kalbar kepada pengurus LPPI, apakah sudah selayaknya Bank Kalbar bisa menjadi Bank Devisa.

"Sebagai mayoritas pemegang saham, saya sangat mendukung, apalagi kedepan itu dengan beroperasinya Pelabuhan Kijing, ditambah beroperasinya tiga PLBN baru,”ujarnya.

Kemudian berkembangnya sektor-sektor untuk menghasilkan devisa untuk ekspor itu juga semakin berkembang. 

Kalbar Tercepat Pendataan IDM 2021, Sutarmidji Target 425 Desa Mandiri hingga Tahun 2023

“Baik itu pertambangan, perkebunan, pertanian, perikanan, itu semuanya bisa. Maka sudah selayaknya Bank Kalbar mengambil peluang itu, kalau tidak kita jadi penonton saja," ungkap Sutarmidji.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber pada acara In - Depth Interview Bank Devisa, di Ruang Data Analityc Room Kantor Gubernur Kalbar, Rabu 9 Juni 2021.

Dikatakannya yang jelas pemerintah provinsi sebagai pemegang saham mayoritas, persiapan lainnya seperti SDM dan infrastruktur termasuk IT juga harus disiapkan.

“Bank Kalbar sudah selayaknya bahkan mampu untuk menjadi Bank Devisa mengingat potensi di Kalbar ini cukup besar dalam segala aspek,”ucapnya.

Dijelaskannya, untuk Kalbar sendiri sudah memiliki tiga PLBN dan akan ditambah lagi menjadi dua, sehingga akan ada lima PLBN perbatasan antara Kalbar dan Malaysia. 

Gubernur Kalbar Sambut Baik Acara Saprahan Khatulistiwa 2021 yang Diprakarsai Bank Indonesia

Sekarang putaran transaksi diperbatasan cukup besar, selain itu, Kalbar selama ini telah menghasilkan 4 juta ton CPO setiap tahunnya dan merupakan provinsi terbesar kedua se-Indonesia.

"Selain CPO, bauksit di Kalbar menghasilkan 26 juta ton per tahunnya, ditambah lagi ekspor-ekspor lainnya seperti kelapa, karet, juga cukup tinggi di Kalimantan Barat," ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat di kuartal pertama pada tahun 2021 itu  terbaik se-Kalimantan.

"Saya sangat yakin ke depan ketika smelter Antam sudah beroperasi, dan Inalum juga sudah beroperasi maka potensi ekspor impor Kalbar itu semakin besar. Inilah peluang-peluang yang harus ditangkap oleh Bank Kalbar, sebagai Bank milik pemerintah Provinsi Kalbar," pungkasnya. (*)

(Update Informasi Seputar Kota Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved