Breaking News:

Sabli Awaluddin Kembali Tegaskan Berkarya dan Beringin Karya (Berkarya) Berbeda

"Beringin Karya (Berkarya) dan Berkarya beda. PTUN yang dimenangkan Tommy bicara tentang nama Tommy yang dicatut sebagai Dewan Pembina di Partai Berin

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/RIDHO PANJI PRADANA
Ketua DPW Partai Berkarya Kalbar kubu Tommy Soeharto, Sabli Awaluddin. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua DPW Partai Berkarya Kalbar, Sabli Awaluddin kembali menegaskan jika Partai Berkarya yang dipimpinnya dan Beringin Karya (Berkarya) oleh Muchdi Pr berbeda.

Untuk itu, Sabli mengatakan jika problem internal yang terjadi di Beringin Karya (Berkarya) bukan menjadi masalah bagi dirinya dan Partai Berkarya yang diketuai Tommy Soeharto.

"Beringin Karya (Berkarya) dan Berkarya beda. PTUN yang dimenangkan Tommy bicara tentang nama Tommy yang dicatut sebagai Dewan Pembina di Partai Beringin Karya (Berkarya), keputusan PTUN bahwa SK Beringin Karya dicabut oleh Menkumham, namun Muchdi Pr tetap jalan, menabrak aturan, contohnya rapimnas I yang mengubah AD/ART dan Kepengurusan DPP, diajukan ke Menkumham namun ditolak. Berarti Beringin Karya sudah tidak boleh beraktivitas mengatasnamakan Partai," katanya, Selasa 8 Juni 2021.

"Kemudian ada rampinas II lagi, dan Senin kemarin infonya struktur kepengurusan Beringin Karya (Berkarya) memecat ketua umumnya dari Syamsu Djalal dan kawan-kawan, memecat Muchdi Pr dari Ketum, jadi kalau kita tidak mencampuri urusan itu, Berkarya tetap jalan dan mempersiapkan verifikasi di tahun 2022 yang akan datang. Sampai sekarang saya masih Ketua DPW Berkarya yang SKnya sampai 2022," tambah dia.

Baca juga: Berkarya Kalbar Persiapkan Diri Verifikasi Faktual, Bidik Kursi di DPRD Hingga DPR RI

Untum Berkarya sendiri dibawah kepemimpinannya, Sabli mengatakan jika terus melakukan konsolidasi-konsolidasi internal.

"Sekarang Partai Berkarya di Kalbar dengan adanya Beringin Karya (Berkarya) merekrut kepengurusan kita mengganti, bukan mengeluarkan, yang keluar kita isi kekosongannya untuk persiapan verfak tahun 2020," jelasnya.

Lebih lanjut, Sabli pun mengatakan jika pihaknya akan taat pada hukum yang berlaku.

"Pokoknya Berkarya dengan Beringin Karya (Berkarya) tidak ada masalah, yang ada masalah ialah diinternal mereka. Kita intinya negara hukum, kita taat pada hukum," tuturnya

"Bicara Partai Berkarya, karena kita punya produk, 2019, hasil pemilu 2019 itu punya Partai Berkarya, bukan Partai Beringin Karya," tutup Sabli. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved