Breaking News:

PPKM Secara Ketat Segera Diberlakukan, Kapolresta Leo: Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi

Bukan hanya terhadap dukungan kepada PPKM Ketat namun juga dukungan terhadap penerapan sanksi untuk mempertegas agar kedisiplinan masyarakat meningkat

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kapolresta Pontianak Kota Kombes Pol Leo Joko Triwibowo. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Meningkatnya kasus covid-19 di Kota Pontianak sehingga mendesak pemerintah ataupun Satgas Covid-19 Kota Pontianak untuk mengambil langkah-langkah untuk menekan angka penularan Covid-19.

Satu diantara upaya yang dilakukan adalah akan segera dilakukan PPKM secara Ketat.

Dengan adanya kebijakan tersebut, Kapolresta Pontianak Kota, Kombes. Pol. Leo Joko Triwibowo, menyampaikan, bahwa pihaknya mendukung atas kebijakan yang diambil oleh pemerintah kota Pontianak.

Sebagai bentuk dukungan tersebut, ia mengatakan sebelum diberlakukan PPKM Ketat akan dilakukan sosialisasi selama lima hari.

Hal tersebut dikatakakannya untuk memastikan agar upaya tersebut bisa maksimal dilakukan.

"Lima hari kita akan lakukan sosialisasi secara kontinue, karena kami punya prinsip bahwa keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi dan pandemi ini covid-19 harus dikendalikan sesuai dengan peraturan pemerintah dalam hal ini kami kedepankan Pemerintah kota Pontianak," ungkapnya.

Bukan hanya terhadap dukungan kepada PPKM Ketat namun juga dukungan terhadap penerapan sanksi untuk mempertegas agar kedisiplinan masyarakat meningkat dalam penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19 di Kota Pontianak.

"Kami mendukung Satpol PP akan jerat apabila pelaku usaha melanggar ya kita berikan sanksi," katanya.

Lebih lanjut diungkapkannya, bahwa setiap sebelum diberlakukan PPKM Ketat . Pihaknya akan rutin setiap hari selama lima hati mensosialisasikan kepada masyarakat.

Kemudian, setelah PPKM Ketat itu diberlakukan, maka pihaknya juga akan melakukan pengawasan terhadap keefektifan kebijakan tersebut.

" Selama 14 hari kalau ada dampaknya ya kita perpanjang atau longgarkan," jelasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved