Breaking News:

Akun Medsos Sebar Informasi Hoaks dan Isu SARA, Diskominfo Ketapang Minta Masyarakat Segera Laporkan

Menurut Merly, biasanya jika ada lima sampai 10 orang yang mereport atau melaporkan konten tersebut maka konten tersebut secara otomatis akan diblokir

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Kasi Pengelolaan Data Elektronik Diskominfo Kabupaten Ketapang Merly Andika Saat Diwawancarai Awak Media. Foto istimewa 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Ketapang mengimbau masyarakat untuk berani melaporkan akun-akun pribadi maupun grup-grup facebook yang dianggap meresahkan karena kerap menyebarluaskan atau meneruskan informasi yang tidak benar atau hoaks.

Saat dikonfirmasi, Plt Kadis Kominfo Ketapang Nugroho Widyo melalui Kasi Pengelolaan Data Elektronik Merly Andika mengimbau masyarakat yang mengetahui adanya akun-akun baik pribadi maupun grup yang menyebarluaskan informasi yang berbau provokatif hingga hoaks untuk berani melaporkan hal tersebut.

"Masyarakat yang mengetahui adanya akun-akun medsos diantaranya akun facebook yang meyebar informasi hoaks, fitnah atau sara bisa langsung menggunakan fungsi report atau laporan yang disediakan oleh media sosial tersebut," kata Merly, Rabu 2 Juni 2021.

Menurut Merly, biasanya jika ada lima sampai 10 orang yang mereport atau melaporkan konten tersebut maka konten tersebut secara otomatis akan diblokir.

Baca juga: Ratusan Warga Terdampak Covid-19 di Ketapang Direkrut Ikut Program CFW

Merly melanjutkan, mereport sejak awal konten-konten yang dapat merugikan banyak pihak, sebagai upaya awal mencegah konten tersebut disebar luaskan lebih jauh.

Selain itu, masyarakat yang mengetahui akun-akun penyebar informasi negatif bisa melaporkan ke website aduan Kominfo.

"Media sosial memang bukan kewenangan kami kecuali website dan akun resmi pemerintah daerah. Namun, masyarakat yang merasa dirugikan atau resah dengan akun-akun medsos, bisa membuat aduan dengan mengakses website Kominfo Pusat yakni lapor.go.id yang mana aduan diarahkan ke Kominfo Ketapang untuk kami teruskan ke Kominfo Pusat," jelasnya.

Lebih lanjut, jika ada masyarakat membuat aduan di website lapor.go.id nantinya Kominfo pusat akan mengkonfirmasi laporan itu sebelum dilakukan pemblokiran.

"Jika ada bukti-bukti lainnya yang memang mengarah ke tindak pidana maka masyarakat bisa juga membuat laporan resmi ke kepolisian jika memang ada unsur melanggar UU ITE bisa diproses lebih lanjut," tegasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Smart Ketapang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved