Kasus Covid-19 di Pontianak Masih Tinggi, PPKM Mikro dan Pembelajaran Online SD-SMP Online Berlanjut
Berdasarkan data dari website resmi covid-19.pontianakkota.go.id pada 30 Mei 2021 jumlah kasus konfirmasi positif covid-19 di Kota Pontianak sebanyak
Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa pelaksanaan pembelajaran, baik tingkat SD maupun SMP di Kota Pontianak hingga saat ini masih dilakukan secara online atau daring.
Hal tersebut dikarenakan kasus covid-19 di Kota Pontianak masih terus menunggu.
Berdasarkan data dari website resmi covid-19.pontianakkota.go.id pada 30 Mei 2021 jumlah kasus konfirmasi positif covid-19 di Kota Pontianak sebanyak 1.965 sedangkan jumlah yang sembuh sebanyak 1.715 dan yang masih dalam perawatan isolasi sebanyak 213, serta meninggal dunia sebanyak 37 orang.
Baca juga: Sutarmidji Optimis, Kalbar Akan Bangkit di Berbagai Sektor Jika Pelayanan Publik Semakin Baik
Edi menerangkan untuk pembelajaran tatap muka, pihaknya masih akan menunggu situasi dan kondisi kasus covid-19 di Kota Pontianak benar-benar terjadi penurunan yang signifikan.
(Update Informasi Seputar Kota Pontianak)
"Kita masih menunggu situasi, karena kasus Covid-19 di Kota Pontianak sedang meningkat dan masih PPKM Mikro. Maka pembelajaran masih seperti yang kemarin yaitu daring dan luring," ungkapnya, Selasa 1 Juni 2021.
Kota Pontianak hingga saat ini masih dinyatakan zona ketertulran covid-19 sedang atau zona oranye. Untuk itu, ada beberapa langkah untuk menurunkan penularan kasus Covid-19 di Kota Pontianak.
"Kita terus melakukan pembatasan kegiatan masyarakat. Salah satu kunci menurunkan pandemi covid-19 ini, ya protokol kesehatan yang ketat. Masyarakat juga saya rasa sudah sangat paham. Maka menghindari dan menahan diri sementara waktu, dan menjaga kesehatan serta eningkatkan imunitas," ungkapnya.
Termasuk, warung kopi juga dibatasi hingga pukul 22.00 malam dan tidak diperbolehkan berkerumun.
"PPKM ini sampai tingkat ketertularan landai bahkan menurun. Dan tingkat hunian pasien Covid-19 atau BOR rumah sakit dibawah 30 persen. Sedangkan sekarang masih 71 persen," ujarnya.
Baca juga: Wali Kota Edi Kamtono Pastikan Wisata di Pontianak Dibuka dengan Prokes Ketat
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kasisdikbud) Kota Pontianak, Syahdan menyampaikan, bahwa saat ini pihaknya masih tengah mempersiapkan untuk penerimaan siswa baru tahun ajaran 2021/2022, baik SD maupun SMP yang rencana akan dilaksanakan pada akhir Juni atau awal Juli 2021.
"Pembelajaran secara online. Sesuai dengan edaran Wali Kota Pontianak sebagai ketua satgas Covid-19," ujarnya.
Meskipun, pembelajaran dilakukan secara online, namun Syahdan memastikan, bahwa di semua sekolah yang ada di kota Pontianak sudah disiapkan berbagai fasilitas kesehatan.
"Dari wastafel atau tempat cuci tangan, tempat duduk diatur jarak dan pengecekan suhu. Dipastikan sudah siap untuk fasilitas protokol kesehatan," ungkapnya.
Baca juga: Empat Petugas PLN Mempawah Positif Covid-19, Jackson: Layanan Ditutup Sementara
Hal itu sebagai bentuk antisipasi jika ada edaran diperbolehkan belajar tatap muka dilaksanakan, sehingga semua sekolah sudah siap.
"Karena kesehatan siswa juga menjadi hal yang uatakita lakukan demi keamanan sehingga terhindar dari penularan Covid-19," ungkapnya.
Kemudian, terkait pendaftaran penerimaan siswa baru dikatakannya masih dilakukan persiapan mulai dari data sekolah, rombongan belajar sekolah yang akan menerima, serta persiapan lainnya. (*)