Pemprov Kalbar Tambah Tempat Tidur Perawatan Pasien Suspek dan Positif Covid-19
Lebih lanjut dijelaskan Harisson, bahwa pasca lebaran idul Fitri, di semua daerah Kalimantan Barat terjadi peningkatan kasus Covid-19.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pemerintah Provinsi ( Pemprov) Kalbar melalui Dinas Kesehatan menambah tempat tidur untuk perawatan pasien suspek maupun pasien konfirmasi positif Covid-19 di seluruh kabupaten dan kota.
Awalnya sampai dengan tanggal 24 Mei 2021, hanya punya 610 tempat tidur yang dipersiapkan untuk perawatan pasien suspek maupun pasien konfirmasi covid-19.
"Kemudian sampai dengan 28 Mei 2021, kita menambah ketersediaan tempat tidur sebanyak 848 se-Kalimantan Barat," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, Sabtu 29 Mei 2021.
Dari jumlah 848 tempat tidur (TT) tersebut, ia memaparkan untuk di Kota Pontianak sebanyak 346 tempat tidur covid-19, Kabupaten Mempawah sebanyak 31 dan untuk Kabupaten Kubu Raya sebanyak 26 TT Covid-19.
Kemudian untuk di Kota Singkawang sebanyak 83 TT Covid-19, Kabupaten Sambas 59, Bengkayang 22, Landak 39, Sekadau 7 dan Sintang 74.
Sedangkan untuk di Kabupaten Melawi sebanyak 50 TT Covid-19, Kapuas Hulu 40, dan Ketapang sebanyak 33 tempat tidur, serta di Kabupaten Kayong Utara sebanyak 7 tempat tidur covid-19.
(Update berita Covid-19 disini)
Lebih lanjut dijelaskan Harisson, bahwa pasca lebaran idul Fitri, di semua daerah Kalimantan Barat terjadi peningkatan kasus Covid-19.
"Terjadi peningkatan karena pasca lebaran. Kalimantan Barat terus mengalami peningkatan kasus dimana untuk minggu ke 20 positivity ratenya sebesar 18,1 persen," terangnya
Update terkahir per tanggal 28 Mei 2021 total Kasus Konfirmasi positif covid-19 di Kalimantan Barat sebanyak 10.584 orang dan kasus aktif sebanyak 718 orang atau 6.78 persen.
Sedangkan, untuk kasus Sembuh sebanyak 9.777 orang atau 92,37 persen dan yang meninggal dunia sebanyak 89 orang atau 0,84 persen.
Harisson mengungkapkan, bahwa semua daerah atau Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat mempunyai potensi yang sama dalam lonjakan pasien covid-19.
Peningkatan kasus Covid-19 tersebut, dijelaskannya lantaran disebabkan beberapa hal, diantaranya mulai bermunculan klaster lebaran.
Kemudian, masyarakat mulai tidak patuh terhadap protokol kesehatan, terutama dalam penggunaan masker dan kerumunan.
Selain itu, ia juga menjelaskan penyebab lain yang dinilainya satgas Covid-19 di beberapa Kabupaten juga mulai kendor dalam pencegahan penyebaran covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/corona-ilustrasi-covid19-endro.jpg)