Penerapan PPKM di Perpanjang, Harisson Sebut Pos Satgas Sampai Tingkat RT akan Terus Diaktifkan
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan untuk Penerapan PPKM Mikro di Kalbar berupaya untuk mengaktifkan Pos Satgas pena
Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penerapan PPKM Mikro di Kalimantan Barat kembali diperpanjang sampai 16 Juni 2021.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson mengatakan untuk Penerapan PPKM Mikro di Kalbar berupaya untuk mengaktifkan Pos Satgas penanganan Covid-19 tingkat desa sampai ke RT.
“Kita bekerja sama dengan TNI Polri serta Babinsa dan Babinkabtibmas. Jadi setiap minggu RT harus melaporkan mengenai zonasi dari keterpaparan covid-19 di RT nya masing-masing,”ujarnya.
Ia menjelaskan setiap RT yang dinyatakan zona hijau berarti dalam satu minggu terakhir tidak ada kasus.
Baca juga: Vaksinasi Lansia Masih Rendah, Harisson Sebut Kasus Konfirmasi Meninggal Kelompok Lansia Mendominasi
Lalu RT yang berada di zona kuning ada dua rumah kasus konfirmasi, RT di zona oranye ada tiga sampai lima rumah yang dinyatakan kasus konfirmasi.
“Jadi kalau lebih dari lima rumah terkonfirmasi covid-19. RT tersebut berada di zona merah,”ujarnya, Jumat 28 Mei 2021.
(Update Informasi Seputar Kota Pontianak)
Dikatakannya nanti setiap perkembangan kasus ditiap RT harus dilaporkan ke kabupaten yang selanjutnya akan dilaporkan lagi ke Provinsi.
“Untuk penerapan PPKM di Kalbar masih terus diperpanjang Kemendagri dengan posisinya seluruh 34 provinsi harus melaksanakan PPKM,”ujarnya.
Jadi keluar intruksi Mendagri bahwa Kalbar termasuk provinsi yang harus memperpanjang penerapam PPKM dan Se-Indonesia diwajibkan demikian.
“Jadi PPKM akan diperpanjang sampai 16 Juni 2021. Nanti setelah dievaluasi ada kemungkinan semua daerah di perpanjang karena terjadi peningkatakan kasus covid-19 karena kluster lebaran,”ujarnya.
Sedangkan kasus di Kalbar setelah lebaran terjadi peningkatan. Disamping itu karena Satgas kabupaten kota lemah melakukan tracing dan testing.
“Kalau mereka rajin melakukan testing dan tracing yang sakit setelah diperiksa ternyata positif bisa langsung diisolasi tidak akan parah dirawat di rumah sakit yang menyebabkan BOR meningkat,”ujarnya.
Satgas Provinsi juga telah menambah BOR RS yang saat ini sudah ada tambahan 139 tempat tidur.
“Sekarang memang BOR di Kalbar mencapai 60 pesen sudah terisi nanti dengan adanya penambahan baik BOR akan turun, tapi harus didukung kabupaten kota dalam melakukan tracing dan testing,”ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-provinsi-kalbar-harisson-33115468.jpg)